Senin, 20 April 2026

Siap-siap, Fenomena Gerhana Matahari Hibrida Bisa Dilihat di Langit Indonesia

Sementara Gerhana Matahari Cincin dapat disaksikan di Amerika Serikat, sebagian Amerika Tengah, Kolombia, dan Brasil pada 14 Oktober 2023.

Editor: mahyuddin
handover
Ilustrasi Gerhana Matahari 

Hewan nokturnal adalah hewan yang tidur pada siang hari namun beraktivitas dan mencari makanan ketika malam hari.

Dalam hal ini, hewan nokturnal seperti burung hantu akan terbangun untuk sesaat ketika Gerhana Matahari berlangsung.

Meskipun demikian, hewan nokturnal akan kembali tidur setelah Gerhana Matahari selesai.

4. Pasang air laut

Selanjutnya, Gerhana Matahari juga menyebabkan pasang air laut mengalami peningkatan dari kondisi biasanya.

Permukaan air laut mengalami kenaikan bersamaan dengan terjadinya pasang purnama (Spring tides) yakni pasang yang terjadi saat konfigurasi Matahari-Bulan-Bumi berada dalam satu garis lurus yang disebut juga syzygy.

5. Dapat merusak penglihatan

Selain memengaruhi perubahan kondisi Bumi dan perilaku hewan, Gerhana Matahari juga berdampak bagi manusia.

Gerhana Matahari dapat berisiko merusak retina mata apabila manusia melihat Gerhana Matahari secara langsung.

Oleh karena itu, Andi mengimbau supaya masyarakat menggunakan kacamata gerhana untuk menyaksikan Gerhana Matahari Total dan sebagian.

Di sisi lain, ia juga meminta masyarakat tidak melihat Gerhana Matahari melalui pantulan permukaan air.

Pasalnya, permukaan air dapat memantulkan cahaya dari Gerhana Matahari dan hal ini berisiko merusak mata.(*)

 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved