Viral
FAKTA BARU Penemuan Brankas Narkoba di UNM Makassar, 4 Orang Diciduk Sedang Pesta Narkoba
Heboh penemuan brankas Narkoba di Universitas Negeri Makassar (UNM). Saat ditemukan, 4 orang ditemukan dilokasi sedang pesta narkotika.
TRIBUNPALU.COM - Heboh penemuan brankas Narkoba di Fakuktas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar (UNM), Provinsi Sulawesi Selatan, hingga Viral di Media Sosial,
Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Setyo Budi mengungkapkan pihaknya menemukan barang bukti di salah satu ruangan, Minggu (11/6/2023)
Polisi mengamankan satu unit brankas yang menjadi barang bukti utama penyimpanan Narkoba di dalam kampus itu.
Saat ditemukan, 4 orang ditemukan dilokasi sedang pesta narkotika.
Keempatnya ialah SAH, MA, AG dan M.
"Di TKP 2 kampus UNM Parangtambung, petugas menemukan 4 orang mengonsumsi narkotika jenis sabu dan ganja," kata Irjen Pol Setyo Budi.

Keempat tersangka ini diamankan dengan sejumlah barang bukti.
"Ditemukan barang bukti di lantai dalam ruangan 7 sachet plastik klip kristal bening berisi narkotika jenis sabu dengan berat 4,7010 gram," ujar Kapolda Sulsel.
"Kemudian satu sachet plastik berisi 6 setengah butir tablet warna coklat berlogo Gucci narkotika jenis ekstasi dengan berat 2,4 gram," lanjutnya.
Selain itu, polisi juga menemukan 4 linting daun ganja.
Kemudian satu unit brankas berwarna hitam.
Ada juga satu buah catatan transaksi narkotika
"Tiga buah alat hisap sabu jenis Bong. Satu paket pireks kaca dan empat unit handphone," kata Irjen Pol Setyo Budi.

Diketahui sebanyak enam tersangka diamankan Polda Sulsel dari 4 TKP berbeda.
Keenamnya ialah S merupakan kurir yang ditangkap di Gowa.
Kemudian SAH, MA, AG dan M ditangkap di Kampus UNM Parangtambung.
Serta RR ditangkap di Perum Jongaya Jl Muh Tahir.
Jaringan Narkotika UNM Dikontrol Dari Rutan Jeneponto dan Lapas Watampone
Kapolda Sulsel Irjen Pol Setyo Boedi mengungkapkan, jaringan narkotika ini berasal dari Rutan Jeneponto dan Lapas Watampone
"Hasil introgasi dan pengembangan SAH seluruh barang bukti narkotika sabu dan ganja milik lelaki SN di Rutan Jeneponto," kata Irjen Setyo
"Kemudian ganja diperoleh dari salah seorang mahasiswa UNM yang belum diketahui identitasnya," lanjutnya.
Kemudian, SAH juga mengungkapkan, sudah mengirim narkotika jenis sabu sekitar 50 gram tujuanTernate, Maluku Utara melalui jasa pengiriman kargo SPAX atas nama pesanan TR yang berada di Lapas Watampone.

Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Husain Syam meminta Polda Sulsel mengusut tuntas temuan bunker narkoba di dalam kampus yang ia pimpin.
Sejauh ini, ia mengaku tidak pernah menerima laporan adanya penyimpanan narkoba dalam kampus UNM.
“Setahu saya, tidak pernah ada laporan adanya penyimpanan narkoba di dalam kampus UNM. Kalau seandainya itu ada, pertanyaan saya adalah siapa yang terindikasi melakukan penyimpangan narkoba dalam kampus,” kata Prof Husain Syam.
Untuk itu, ia menegaskan bahwa pernyataan Dirnarkoba Polda Sulsel Kombes Pol Dodi Rahmawan terkait adanya bunker narkoba dalam kampus harus diungkap secara terang benderang.
“Jika ada oknum yang menyatakan ada, lalu tidak diketahui dengan jelas siapa oknumnya, maka bisa juga diduga ada oknum berusaha menciptakan spekulasi dengan cara membawa masuk narkoba dan kemudian dia sendiri yang menemukan,” katanya.
“Karena itu, jika terungkap ada narkoba ditemukan, maka harus diupayakan untuk menemukan siapa oknum pelakunya,” Prof Husain Syam menambahkan.
Ia juga menegaskan mengutuk keras jika ada oknum bawahannya terlibat.
“Jika di dalam kampus UNM ditemukan narkoba dan ditemukan oknum yang melakukannya, maka saya mengutuk dengan keras oknum pelakunya,” jelasnya.
“Dan dengan tegas, saya akan memberikan sanksi keras berupa pemecatan kepada yang bersangkutan dan meminta petugas APH (aparat penegak hukum) untuk melakukan proses secara tegas tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Langkah tegas terhadap pelaku yang terlibat kata Prof Husain perlu diambil sebagai bentuk perang nyata terhadap peredaran narkoba.
“Ini harus dilakukan demi memastikan bahwa tidak ada toleransi bagi oknum penyimpan, pengedar, dan pengguna narkoba di kalangan sivitas akademika UNM,” Prof Husain menambahkan.
Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika Sulawesi Selatan (Granat Sulsel) Jamil Misbach meminta polisi segera mengungkap secara gamblang temuan bunker narkoba di dalam kampus UNM.
Sebab, jika tidak diungkap secara keseluruhan temuan itu, kata Jamil Misbach membuat publik bertanya-tanya.
“Kalau menurut saya, kalau ada bunker silakan diusut, jangan setengah hati, kenapa tidak dipublish, bahwa ada bunker di universitas ini. Langsung saja disebut keberadaan bunker itu baru diselidiki siapa yang punya,” kata Jamil Misbach.
Jamil Misbach juga meminta semua pelaku yang terlibat agar ditangkap.
“Siapa pemasoknya. Jangan dibuka setengah. Kan kalau ini dibuka setengah bahwa ada bunker gitu (menimbulkan pernyataan juga),” jelas Jamil.
Prof Husain Syam berharap pun berharap agar para pelaku dapat ditangkap termasuk dalang atau aktor dari temuan itu.(*)
Juara Tapi Terancam Didiskualifikasi, Peserta MTQ Kasimbar Parigi Moutong Tuntut Keadlian |
![]() |
---|
Perkelahian Viral Gegara Buah Sukun di Batam Kota, 3 Warga Jalani Perawatan Medis di Rumah Sakit |
![]() |
---|
Sosok Shuniyya Ruhama, Waria Jadi Penceramah Viral dan Jadi Sorotan Warganet |
![]() |
---|
Viral Pemasangan Eskalator di Candi Borobudur, untuk Kunjungan Prabowo dan Presiden Prancis |
![]() |
---|
Viral Suami Selingkuh dengan Mertua hingga Hamil di Soppeng, Istri Sah Diceraikan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.