Viral

Sempat Viral Emak-emak Gerebek Basecamp Narkoba di Jambi, Kini Ngaku Resah Karena Diteror

Sempat Viral gerebek basecamp narkoba di eks lokalisasi pucuk Kota Jambi, kini emak-emak tersebut mendapat acaman teror hingga mengadu ke Polisi.

Instagram @kabarjambiupdate
Inilah detik-detik warga gerebek basecamp pengguna narkoba di Jambi. Sempat Viral gerebek basecamp narkoba di eks lokalisasi pucuk Kota Jambi, kini emak-emak tersebut mendapat acaman teror hingga mengadu ke Polisi. 

"Ya masih dalam penyelidikan. Kalau ada (melihat) dampingi dan tangkap. Kalau kita kan perlu bukti-bukti, kalau ada saksi warga yang melihat gak papa sebagai saksi nantinya," tutupnya.

Pengakuan Emak-emak yang Diteror

Sejumlah emak-emak yang menggerebek Basecamp Narkoba di eks lokalisasi Pucuk, RT 5 Rawasari, Kota Jambi beberapa waktu lalu datangi ke Satuan Narkoba Polresta Jambi, Kamis (24/8/2023).

Kedatangan emak-emak tersebut dikarenakan untuk memberikan keterangan sebagai saksi kepada pihak kepolisian dan mengadukan bahwa warga mendapatkan teror dari pemilik Basecamp yang dibubarkan oleh emak-emak tersebut.

Wati salah satu emak- emak mengatakan, pria yang bernama Dedi yang disebut sebagai bandar itu masih berkeliaran dan sering lewat di sana.

Pria tersebut kerap melontarkan kata-kata kotor kepada emak-emak tersebut.

"Didatangi nggak, tapi pas ketemu dengan saya di jalan diumpat. Apa salah saya? Pernah ketemu di gang yang ancam, kata dia 'Apa salah aku sama, Mbak? Hancur-hancurin Basecamp'," kata Wati, Rabu (23/8/2023).

Menurut Wati, intimidasi itu tidak hanya kepada dirinya tapi juga ke emak-emak lainnya.

Warga berharap, polisi menangkap bandar tersebut.

"Harapan saya, ya kami pengen dia ditangkap. Penjarain. Dia itu bandar setahu saya. Dan setahu kami hampir setahun (beroperasi di kampung)," ungkapnya.

Dia menerangkan, sejak penggerebekan Basecamp oleh emak-emak aktivitas pemakai Narkoba tidak terlihat lagi.

Basecamp yang pernah digerebek tampak sepi karena sudah di pasang police line.

"Dulu rame di sini (pemakai Narkoba), mobil, motor berjejer-jejer. Masih budak lajang-lajang gitu juga. Pokoknya rame terus," sebutnya.

Sejak adanya aksi emak-emak itu, ia merasa aman dan senang karena aktivitas tersebut sudah berkurang.

"Kami kan punya banyak anak juga. Kan kalo bersih kan senang. Itu aja intinya. Lebih bagus malah. Memang kemarin emak-emak yang bergerak, ya tapi itu langsung tuntas tidak ada lagi," tutupnya.

(*/ TribunPalu.com / Tribunnews.com )

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved