Forum Pembangunan Inklusif Disabilitas ASEAN Digelar di Kota Makassar, Berlangsung Selama 3 Hari

Kota Makassar Sulawesi Selatan menjadi tuan rumah kegiatan internasional Forum Tingkat Tinggi ASEAN atau The ASEAN High Level Forum (AHLF) 2023.

Kemensos
Menteri Sosial Tri Rismaharini bersama Walikota Makassar M Ramdhan Pomanto meninjau lokasi pelaksanaan AHLF mulai dari Benteng Rotterdam sampai Taman Arkeologi Leang-Leang 

TRIBUNPALU.COM - Kota Makassar Sulawesi Selatan menjadi tuan rumah kegiatan internasional Forum Tingkat Tinggi ASEAN tentang Pembangunan Inklusif Disabilitas dan Kemitraan Pasca Tahun 2025 atau The ASEAN High Level Forum (AHLF) on Enabling Disability-Inclusive Development and Partnership beyond 2025.

AHLF 2023 ini berlangsung di Makassar selama tiga hari, mulai hari ini hingga Kamis (12/10/2023).

Menteri Sosial Tri Rismaharini pun hadir langsung membuka rangkaian AHLF.

Peserta forum ini terdiri dari Menteri dan Pejabat Senior ASEAN yang bertanggung jawab atas kesejahteraan sosial dan pembangunan di badan sektoral terkait.

Berdasarkan rapat Senior Officials Meeting on Social Welfare and Development (SOMSWD) 2021-2025, SOMSWD Indonesia mengusulkan untuk menyelenggarakan AHLF pada tahun 2023 sebagai salah satu rangkaian KTT ASEAN.

Forum ini akan mengidentifikasi tantangan-tantangan di ASEAN dalam memperkuat pembangunan inklusif disabilitas. Termasuk melalui pembelajaran dari dampak situasi pandemi terhadap kehidupan para penyandang disabilitas.

Forum ini juga akan mengevaluasi kemajuan upaya pengarusutamaan penyandang disabilitas ke dalam seluruh pilar Masyarakat ASEAN. Dalam AHLF akan disampaikan berbagai paparan.

Diantaranya, Ketua ASEAN Ministerial Meeting on Social Welfare and Development (AMMSWD), HE Dato’ Sri Hajah Nancy Sukhri.

AMMSWD bertujuan untuk menentukan kebijakan terkait kesejahteraan masyarakat dan pembangunan sosial di ASEAN.

Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn juga akan berpidato bersama sejumlah tokoh terkemuka lainnya dari berbagai negara.

Pada acara AHLF, secara back-to-back juga akan diselenggarakan ASEAN - US Dialogue untuk menguatkan komitmen dalam memajukan tata kelola pemerintahan terkait implementasi pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

Tujuan forum ini mempercepat implementasi ASEAN Enabling Masterplan 2025 termasuk pengarusutamaan penyandang disabilitas di tiga Pilar ASEAN.

Kemudian memperkuat pembangunan dan kemitraan yang inklusif penyandang disabilitas.

Lalu memberdayakan penyandang disabilitas dalam kewirausahaan, pemulihan, dan membangun ketahanan.

Serta berkontribusi pada perumusan narasi inklusi penyandang disabilitas yang lebih kuat dalam visi masyarakat pasca 2025.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved