Rabu, 13 Mei 2026

Poso Hari Ini

Rumput Laut jadi Penggerak Ekonomi Warga Poso Pesisir, Kaum Pria dan IRT Ikut Membudidayakan

Warga yang tengah menyemai bibit rumput laut di Desa Tokorondo, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Tayang:
Editor: Haqir Muhakir
TribunPalu.com/Syahril
Warga yang tengah menyemai bibit rumput laut di Desa Tokorondo, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Syahril

TRIBUNPALU.COM, POSO – Perahu yang ditumpangi warga dan jurnalis melaju, menerobos hamparan laut Desa Tokorondo, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Rabu (15/11/2023) sekitar pukul 10.30 Wita.

Sedikitnya, ada 6 orang yang menumpangi perahu itu, 3 orang jurnalis dan 3 warga setempat yang menjadi juru mudi, menuju lokasi budidaya rumput laut milik warga Desa Tokorondo.

Sekadar melihat dan mengabadikan aktivitas budidaya rumput laut disana. Tak butuh waktu lama, hanya hitungan menit, perahu sampai di titik tujuan.

Baca juga: Polres Poso Sidik Dugaan Korupsi APBDes Salah Satu Desa di Kecamatan Lore Tengah

Tali-temali dengan rumput laut bergelantungan langsung menyambut, sejurus kemudian Husni Tamrin  selaku penyuluh perikanan Kecamatan Poso Pesisir, sibuk mengangkat tali itu dan mengenalkan kepada jurnalis varietas yang dibudidayakan.

Ada dua jenis rumput laut yang dibudidayakan di Desa Tokorondo  ini, yakni Spinosum dan Cottoni.

Keduanya, punya nilai ekonomis yang berbeda. Tetapi jenis Cottoni yang jadi primadona. Sebab punya harga jual yang lebih tinggi dari Spinosum.

Perbedaan dua jenis rumput laut ini dapat dilihat dari warna, Spinosum memiliki warna yang cenderung coklat agak kemerahan sedangkan Cottoni berwarna hijau.

Tanaman yang menjadi bahan utama pembuatan agar-agar ini disebut mampu menggerakan roda ekonomi warga Desa Tokorondo sejak 2012.

Baca juga: Pemkab Poso Sikapi Isu Perampingan Jabatan Eselon, Tingkatkan Profesionalitas ASN Lewat Sosialisasi

Tidak hanya kaum pria, sejumlah ibu rumah tangga (IRT) juga aktif membantu proses budidaya.

“Rumput laut sebagai pilihan karena merupakan salah satu komoditi yang berorientasi ekspor, mudah dibudidayakan, menyerap tenaga kerja dan akhirnya meningkatkan taraf hidup masyarakat,” kata Husni.

Setiap panen, 8 kelompok pembudidaya dapat menghasilkan puluhan ton dengan harga jual saat ini dikisaran Rp 11 ribu per Kg untuk varietas Cottoni dan Rp 4 ribu per Kg untuk jenis Spinosum.

Luasan budidaya rumput laut di Kecamatan Poso Pesisir mencapai 80 hektar, dengan 8 kelompok pembudidaya.

Setiap panen, 80 hektar itu mampu menghasilkan 80 ton rumput laut kering siap jual.

Berkat usaha warga dibantu penyuluh pertanian, Desa Tokorondo pada tahun 2022 diresmikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI sebagai Kampung Budidaya Rumput Laut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved