Sabtu, 11 April 2026

Tari Tradisional Sulteng

Mengenal Lebih Dekat Tari Umapos dan Sanseikano Banggai

Tarian ini memiliki makna mendalam sebagai visualisasi gerak tari perang, dan menceritakan keperkasaan para pendekar atau pemberani Suku Saluan

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: mahyuddin
NAWI/TRIBUNPALU.COM
Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, telah memperkenalkan tradisi budaya yang memukau dalam setiap penyambutan tamu kehormatan dengan Tari Umapos.  Tarian yang mirip dengan Tari Cakalele ini, menggunakan tombak dan tameng. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, telah memperkenalkan tradisi budaya yang memukau dalam setiap penyambutan tamu kehormatan dengan Tari Umapos

Tarian yang mirip dengan Tari Cakalele ini, menggunakan tombak dan tameng.

Tari Umapos berasal dari masyarakat Suku Saluan Nambo melalui Sanggar Seni Mapakat Nambo (Sanseikano) yang berpusat di Kelurahan Nambo Lempek Baru, Kecamatan Nambo, Kabupaten Banggai.

Tarian ini memiliki makna mendalam sebagai visualisasi gerak tari perang, dan menceritakan keperkasaan para pendekar atau pemberani Suku Saluan yang dikenal sebagai Talenga'.

Ketua Sanseikano Wisnu Saputra, menjelaskan Tari Umapos dimainkan oleh satu hingga dua orang.

Baca juga: Mengenal Tari Petomunaka, Tarian Perang yang Sambut Tetamu Anugerah Paritrana Award di Kota Palu

Tari Umapos menjadi bentuk penyambutan khas atau "Molabot" dalam bahasa Saluan, terutama untuk tamu terhormat. 

"Para penari Talenga' mengkomunikasikan pesan dan rasa hormat atas kedatangan tamu, menyampaikan ungkapan hati, dan melantunkan pujian dalam bahasa Suku Saluan," tutur Wisnu, Minggu (24/12/2023).

Tarian itu tidak hanya menjadi hiburan visual yang luar biasa, tetapi juga menyiratkan kekayaan warisan budaya dan nilai-nilai kesatria dalam komunitas suku Saluan Nambo. 

Tari Umapos menawarkan pengalaman unik bagi setiap pengunjung yang memasuki wilayah Kabupaten Banggai, dan merayakan keindahan seni serta keramahan suku Saluan.

Sejarah Singkat Sanseikano

Pembina Sanseikano Jusri Mansoba menguraikan sejarah singkat berdirinya Sanggar Seni Mapakat Nambo atau dikenal dengan Sanseikano.

Sanggar Seni Mapakat Nambo (Sanseikano) memulai perjalanannya dengan fokus yang jelas. 

Yaitu melestarikan seni bela diri tradisional suku Saluan, Langka Tano. 

Pada tanggal 17 November 2017, sanggar ini awalnya dikenal sebagai Sanggar Seni Langka Tano Nambo.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved