Tari Tradisional Sulteng
Mengenal Lebih Dekat Tari Umapos dan Sanseikano Banggai
Tarian ini memiliki makna mendalam sebagai visualisasi gerak tari perang, dan menceritakan keperkasaan para pendekar atau pemberani Suku Saluan
Penulis: Asnawi Zikri | Editor: mahyuddin
Sanggar ini menjadi payung untuk pelestarian kekayaan budaya warisan suku Saluan.
Lalu pada tanggal 2 Mei 2020, terjadi perubahan ketika Sanggar Seni Langka Tano Nambo mengalami transformasi dan mengganti namanya menjadi Sanggar Seni Mapakat Nambo (Sanseikano).
Baca juga: Tari Yele Fulang, Tarian Kreasi untuk Mengenang Putri Kerajaan Tinombo
"Meskipun mengalami perubahan identitas, sanggar ini tetap mempertahankan fokusnya pada konsep pelestarian seni dan budaya Saluan Nambo," kata Jusri.
Sanseikano tidak hanya membatasi diri pada Langka Tano, melainkan telah memperluas cakupan dengan memasukkan unsur-unsur seni dan budaya tambahan.
Karambangan, gambus, dan umapos menjadi bagian integral dari eksplorasi seni dan budaya yang dilakukan oleh Sanseikano.
Hingga saat ini, Sanseikano tetap menjadi kekuatan aktif dalam kegiatan-kegiatan pelestarian seni dan budaya khas suku Saluan Nambo.
Dengan keterlibatan yang berkelanjutan, sanggar ini menjadi garda terdepan dalam memastikan bahwa warisan budaya yang kaya dan beragam dari suku Saluan terus dijaga dan dihargai.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Tari-Umapos-Banggai-2023.jpg)