Sulteng Hari Ini
Antisipasi Laboratorium Narkotika di Sulteng, Polda Minta Masyarakat Bantu Pengawasan
Peran masyarakat sangat penting dalam membantu Polri untuk mengungkap kasus-kasus Narkotika di Sulteng.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Angelina
TRIBUNPALU.COM, PALU - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Tengah meminta bantuan masyarakat dalam pengawasan kehadiran laboratorium Narkotika.
Wadir Reserse Narkoba Polda Sulteng AKBP Pribadi Sembiring menyampaikan, peran masyarakat sangat penting dalam membantu Polri untuk mengungkap kasus-kasus Narkotika di Sulteng.
"Terkait dengan penemuan laboratorium Narkotika di Bali pada bulan Mei kemarin, kami dari Polda Sulteng meminta peran aktif masyarakat jika menemukan hal-hal yang aneh di wilayahnya segera dilaporkan kepada kami," ucapnya Minggu (2/6/2024).
Menurutnya, wilayah Sulteng cukup dekat dengan perbatasan Malaysia.
Jadi kemungkinan besar bandar Nokotika masih memilih pengiriman daripada pembuatan laboratorium di Sulteng.
Baca juga: BNNP-Brimob Sulteng Gerebek Kampung Narkoba di Kota Palu, 9 Tertangkap, 1 Ditembak
Berbeda dengan di Bali yang harus melewati perjalanan panjang dan pengawasan yang banyak sehingga potensi barang tidak sampai sangat besar.
"Sehingga dengan mereka membuka langsung laboratorium di Bali itu menurut mereka sendiri kemungkinan lebih irit, seperti diketahui biaya kurir sendiri cukup mahal dan susah mencari kurir yang mau melakukan hal seperti ini," jelas AKBP Pribadi Sembiring.
Dia berharap, tidak ada laboratorium Narkotika di Sulteng.
"Mudah-mudahan di wilayah ini tidak sampai ada pabrik seperti itu, kami terus mencari informasi dan kita membutuhkan informasi tersebut dari masyarakat. Apabila melihat sesuatu yang aneh atau ganjil di lingkungannya silakan melapor kepada Polri," ucap AKBP Pribadi Sembiring.
Dia menambahkan, masyarakat berperan penting dalam menjaga wilayah dari peredaran gelap narkoba.(*)
| Kepala Komnas HAM Sulteng Dimutasi ke Papua Usai Tudingan Keterlibatan Tambang di Poboya Palu |
|
|---|
| Sentil Perintah Prabowo Soal IUP di Hutan Lindung, Muhammad Safri Minta Pusat Tak Tebang Pilih |
|
|---|
| Klarifikasi RSUD Undata Palu, Optimalisasi Layanan Digital untuk Rujukan Lebih Cepat |
|
|---|
| Soroti Pembukaan Kembali Tambang Maut Hengjaya, Safri: Nyawa Pekerja Bukan Tumbal Investasi |
|
|---|
| RSUD Undata Palu Gelar Operasi Transkateter Perdana, Pasien Jantung Tak Perlu Lagi Dirujuk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/AKBP-Pribadi-Sembiring1.jpg)