Sabtu, 11 April 2026

Parimo Hari Ini

FKUB Sulteng Sosialisasikan Moderasi Beragama di Parigi Moutong

Zainal Abidin menjelaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya bertugas membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama.

Penulis: Misna Jayanti | Editor: Regina Goldie

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Misna Jayanti

TRIBUNPALU.COM, PARIMO - Forum Kerukunan Umat Beragama Sulawesi Tengah (FKUB Sulteng) aktif menyosialisasikan moderasi beragama di Kabupaten Parigi Moutong untuk mencapai tujuan Sulawesi Tengah menjadi wilayah dengan indeks kerukunan tertinggi.

"Ini adalah prioritas kami untuk meningkatkan kualitas perdamaian, persatuan, dan kerukunan antarumat beragama di Parigi Moutong," kata Ketua FKUB Sulteng Zainal Abidin di Parigi.

Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan FKUB Parigi Moutong dan Kantor Kementerian Agama Parigi, serta melibatkan tokoh lintas agama dan pemerintah daerah.

Baca juga:
Lapas Toli-Toli Luncurkan Klinik Pratama untuk Warga Binaan

Zainal Abidin menjelaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya bertugas membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama melalui pendekatan moderasi beragama.

"Moderasi beragama mengacu pada praktik kehidupan beragama, bukan pada doktrin agama itu sendiri, untuk menghindari relativisme agama," jelas Zainal Abidin, yang juga Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu.

Zainal Abidin menambahkan tujuan moderasi beragama adalah mencapai kerukunan tanpa mengorbankan keyakinan dan kemurnian agama masing-masing. Ini berada pada tataran sosiologis, dalam praktik keberagamaan dan hubungan sosial masyarakat.

Baca juga:
PLN Sukses Kerek Penjualan Listrik Semester I 2024, Tumbuh 7,54 Persen!

"Pada tataran teologis, setiap orang berhak meyakini kebenaran agamanya, tetapi juga memahami bahwa orang lain memiliki keyakinan terhadap ajaran mereka, karena keyakinan adalah wilayah subjektif," tambah Zainal Abidin.

Zainal Abidin menjelaskan implementasi moderasi beragama menekankan enam prinsip: humanis, realistis, inklusif, adil, kerja sama, dan toleran.

"Indonesia, dengan keragaman budaya, suku, bahasa, dan agama, perlu mengelola keragaman ini untuk meningkatkan toleransi," ujar Zainal Abidin.

Baca juga:
Atmoko Basuki Nahkoda Baru PLN Suluttenggo, Siap Bawa Menuju Capaian Gemilang

Penduduk Sulawesi Tengah sangat beragam dengan sekitar 19 kelompok etnis dan lima agama besar.

Oleh karena itu, Zainal Abidin mengatakan diperlukan peran tokoh masyarakat dan agama untuk menjaga persatuan dan membangun negeri.

"Keragaman dalam kehidupan sosial adalah keniscayaan yang berdampak pada perbedaan dalam masyarakat," kata Zainal Abidin sekaligus Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved