Palu Hari Ini

BUMDes Desa Uling Banggai Kirim Ekspor Arang Tempurung ke Swedia

BUMDes Abadi Uling menjadi bukti bahwa komoditas lokal yang diolah dengan baik mampu menembus pasar global.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Regina Goldie
Handover
Wakil Bupati Banggai, Furqanuddin Masulili, melepas pengiriman atau ekspor perdana komoditas arang tempurung sebanyak 26 ton dari BUMDes Desa Uling, Kecamatan Kabupaten Banggai ke Swedia, 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Wakil Bupati Banggai, Furqanuddin Masulili, melepas pengiriman atau ekspor perdana komoditas arang tempurung sebanyak 26 ton dari BUMDes Desa Uling, Kecamatan Kabupaten Banggai ke Swedia.

BUMDes Abadi Uling menjadi bukti bahwa komoditas lokal yang diolah dengan baik mampu menembus pasar global.

“Ini menjadi kebanggaan kita. Kami sangat mengapresiasi BUMDes Abadi Uling atas kerja-kerjanya, juga para petani kelapa yang tidak kenal lelah, sehingga hari ini kita saksikan bersama hasil karya nyata, arang batok kelapa Desa Uling diekspor ke Swedia,” ujar Furqanuddin Masulili.

Baca juga: 
Bantuan 150 Juta dari Pemkab Sigi untuk Pengembangan Gereja dan Pendidikan di Jonooge

Sejak dibentuk pada 2014, BUMDes Abadi Uling awalnya menjalankan usaha jasa tenda, kursi, dan katering, kerap menemui sejumlah kendala hingga akhirnya mati suri. 

Namun, pada 2023, melalui program BUMDes MAIMA (Maju, Amanah, Inovatif, Mandiri, dan Andalan) dengan bantuan modal Rp 500 juta dari Pemkab Banggai sehingga BUMDes Abadi Uling bisa kembali beroperasi.

Baca juga: 
IBI Palu Juara Pertama Capaian Pelayanan Keluarga Berencana Sulteng

“Di akhir tahun 2023, melalui forum musyawarah desa disepakati untuk mengaktifkan kembali BUMDes Uling, mengganti namanya menjadi BUMDes Abadi Uling,” kata Kepala Desa Uling Darwin Dg. Latu.

Jeli melihat potensi yang dimiliki, Bumdes Abadi Uling kemudian memfokuskan operasinya pada unit usaha jual beli arang batok kelapa. Hal ini tidak terlepas dari potensi tanaman kelapa Desa Uling seluas 158 hektare. Dalam setahun, Desa Uling mampu memproduksi hingga 1.200 ton kelapa.

Baca juga: 
Hadianto Rasyid : Renang Lintas Teluk Palu Akan Jadi Cabang Olahraga di Palu Sport Event

Warga Desa Uling yang sebagian besar menggantungkan hidupnya sebagai petani atau pekebun kelapa pun ketiban berkah. ”Berkat Bumdes ini, ibu-ibu di sini ikut membantu perekonomian keluarga dengan mengumpulkan tempurung kelapa,” ujar Darwin.

Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Muhamad Asnawi Sabil, dalam keterangannya mengatakan bahwa Bumdes Abadi Uling layak menjadi percontohan bagi Bumdes lain. 

Baca juga: 
Usman Resmikan Baksos dan Donor Darah di Palu,Tunjukkan Kepedulian terhadap Kaum Difabel

“Kami akan mengupayakan adanya keterlibatan korporat lainnya sehingga kemanfaatan bisnis arang batok kelapa ini bisa dirasakan lebih luas lagi oleh masyarakat di Kabupaten Banggai, tidak hanya di Desa Uling,” ujar Asnawi.

Sementara itu, PT Ailesh selaku pembeli, mengakui kualitas arang yang dihasilkan Bumdes Abadi Uling. 

Baca juga: 
Gufran Ahmad Ungkap Harapan Besar pada Kepemimpinan Fadil Imran di PBSI

Direktur Operasional PT Ailesh, Cahaya Prautama mengatakan, pihaknya berkomitmen mendampingi Bumdes dan terus mengevaluasi proses produksi supaya memenuhi target ekspor dan bisnis berkelanjutan. 

Sebagai pilot project Ailesh di Banggai, Cahaya berharap, keberhasilan Bumdes Abadi Uling bisa diikuti oleh Bumdes lainnya.

“Kami sangat terbuka dengan Bumdes-Bumdes lainnya,” ujar Cahaya.

Baca juga: 
Dukungan Seniman untuk AA-AKA, Ahmad Ali Janji Sediakan Ruang Kesenian

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved