Sulteng Hari Ini
Festival Budaya Lore Lindu Diharapkan Perkuat Usulan Situs Warisan Dunia Unesco
Adapun rapat itu dipimpin langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Fahruddin D Yambas.
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Persiapan pelaksanaan Festival Budaya Negeri Seribu Megalit Lore Lindu yang akan dilaksanakan pada tanggal 8 hingga 12 September 2024 oleh Balai Pemeliharaan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah terus dimatangkan.
Hal itu dibahas dalam rapat yang berlangsung di Kantor Gubernur Sulteng, Jl Sam Ratulangi, Kelurahan Besusu, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Adapun rapat itu dipimpin langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Fahruddin D Yambas.
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah OPD lingkup Pemprov Sulteng, diantaranya Dinas Kebudayaan, Dinas Kominfosantik, Dinas Pariwisata, Biro Adpim Setdaprov Sulteng serta Balai Pemeliharaan Kebudayaan Kemendikbudristek, Sulawesi Tengah.
Baca juga: Paslon Hadianto Rasyid-Imelda Liliana Dapat Dukungan dari Delapan Partai Politik
Dalam pertemuan dibahas hal-hal yang bersifat teknis terkait dengan kehadiran tamu/undangan yang akan hadir, peserta yang diundang dan berpartisipasi, ketersediaan akomodasi serta rundown acara.
Dalam pembahasan kegiatan tersebut, rencananya akan dihadiri Dirjen Kebudayaan, Kemendikbudristek RI bersama beberapa pejabat setingkat Direktur dan para Kepala Balai Pemeliharaan Kebudayaan Se-Indonesia.
Dari pihak Kementerian berharap yang membuka festival ini adalah Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura.
Baca juga: Pemprov Sulteng Mulai Uji Coba Aplikasi K-Mob 1 September 2024
Fahruddin D Yambas dalam arahannya menyampaikan bahwa pelaksanaan festival budaya ini merupakan wujud sinergitas dan kolaborasi program Kementerian dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah pada sektor Kebudayaan, khususnya pada situs megalitikum yang berada di Kawasan Tampolore, Kabupaten Poso, telah diresmikan oleh Wakil Presiden RI dan dicanangkan oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura.
"Semoga dengan adanya festival ini semakin memperkuat usulan peninggalan megalitikum itu ditetapkan menjadi situs warisan dunia oleh Unesco, sebagaimana harapan besar dari Bapak Gubernur," ucap Fahruddin D Yambas.
Dari Balai Pemeliharaan Kebudayaan sendiri menyampaikan beberapa daerah yang telah menyatakan akan ikut berpartisipasi dalam festival tersebut diantaranya Sulawesi Selatan diwakili Toraja dan Sulawesi Barat diwakili Mamasa dan Kalumpang.
Baca juga: KPID Sulteng Fest 2024 School to School Hadir di SMK Negeri 2 Palu
Keikutsertaan ketiga daerah tersebut karena adanya kemiripan dalam prosesi tradisi dan budaya dengan wilayah Tampolore terdiri dari Pekurehua, Behoa, Lore Peore dan Bada.
Pertemuan teknis ini akan dilaksanakan kembali pada tanggal 4 September 2024 dengan melibatkan pihak-pihak terkait lainnya, guna kelancaran pelaksanaan kegiatan dimaksud.
Baca juga: Paslon Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri Resmi Daftar di KPU Sulteng
Diakhir pertemuan, Fahruddin D Yambas menyampaikan gagasan, kiranya beberapa kegiatan festival yang dilaksanakan di Kawasan Lore Lindu dapat disatukan menjadi festival berbasis kawasan, seperti Festival Danau Lindu, Festival Tampolore dan Festival Budaya Negeri Seribu Megalit Lore Lindu.
"Ke depan pelaksanaan beberapa festival yang ada di Kawasan Tampolore bisa disatukan saja dengan bentuk berbasis Kawasan", ujar Fahruddin D Yambas. (*)
| Tanpa Titipan, Gus Ipul Pastikan Sekolah Rakyat di Sulteng Turunkan Kemiskinan |
|
|---|
| Mensos Gus Ipul Ajak Mahasiswa Jadi Jawaban untuk Percepatan Pengentasan Kemiskinan |
|
|---|
| Mensos Salurkan Bantuan Rp1,2 Miliar di Sulteng, Sekolah Rakyat Jadi Prioritas |
|
|---|
| Mensos RI Targetkan 100 Ribu Siswa Sekolah Rakyat pada Tahun 2027 |
|
|---|
| Kemensos Dorong Percepatan Sekolah Rakyat di Sulteng, Target 1.000 Siswa pada 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/jtekdfrmwaomompaweolamdkas.jpg)