Kamis, 7 Mei 2026

Kesehatan

Mandi Malam Sebabkan Rematik, Mitos atau Fakta?

Banyak orang percaya bahwa kebiasaan mandi di malam hari, terutama dengan air dingin, bisa memicu munculnya penyakit rematik.

Tayang:
Editor: Regina Goldie
Handover
Ilustrasi Rematik. 

TRIBUNPALU.COM - Mandi malam sering kali dianggap sebagai salah satu penyebab Rematik oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Banyak orang percaya bahwa kebiasaan mandi malam, terutama dengan air dingin, bisa memicu munculnya penyakit Rematik

Namun, apakah benar demikian? Mari kita bahas lebih lanjut.

Baca juga: 
Dukung Sulteng Digifest 2024, DSLNG Paparkan Program Banggai Itu Keren 2023

Keyakinan Tersebar

Keyakinan bahwa mandi malam dapat menyebabkan Rematik sebenarnya telah berkembang secara turun-temurun.

Masyarakat sering kali menyarankan untuk menghindari mandi malam karena dikaitkan dengan risiko terkena penyakit sendi, termasuk Rematik. Namun, sejauh mana kebenaran dari keyakinan ini?

Baca juga: Ayah Cabuli Anak Tiri di Banggai, Korban Takut Cerita karena Diancam

Fakta Medis tentang Rematik

Rematik adalah istilah umum yang digunakan untuk merujuk pada berbagai jenis gangguan yang mempengaruhi sendi, otot, dan jaringan ikat.

Penyebab Rematik sendiri beragam, mulai dari faktor genetik, gangguan autoimun, hingga proses penuaan.

Secara medis, Rematik tidak disebabkan oleh suhu atau waktu mandi.

Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mandi malam, baik dengan air dingin maupun hangat, dapat menyebabkan Rematik.

Penyakit ini lebih terkait dengan peradangan pada sendi yang disebabkan oleh berbagai faktor internal, bukan oleh kebiasaan mandi.

Baca juga: 
Siaran Stunting Siapkan Generasi Emas, Rusdy Mastura : Tingkatkan Kolaborasi 

Pengaruh Mandi Malam terhadap Kesehatan

Meskipun mandi malam tidak menyebabkan Rematik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika memilih waktu mandi, terutama jika dilakukan malam hari.

mandi malam dengan air dingin dapat menurunkan suhu tubuh dengan cepat, yang bisa membuat tubuh merasa tidak nyaman, terutama jika Anda sudah lelah.

Hal ini juga dapat mengganggu pola tidur bagi sebagian orang.

Sebaliknya, mandi malam dengan air hangat justru bisa membantu merilekskan otot-otot dan membuat tidur lebih nyenyak.

Jadi, pilihan antara mandi dengan air hangat atau dingin di malam hari sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh dan preferensi masing-masing individu.

Baca juga: 
Wow Paus Fransiskus Kunjungi Indonesia dengan Cara Tak Terduga

Kesimpulan

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa mandi malam tidak menyebabkan Rematik.

Keyakinan ini lebih merupakan mitos yang berkembang di masyarakat.

Jika Anda merasa nyaman dan tidak mengalami masalah kesehatan, mandi malam tidak perlu dihindari.

Namun, selalu perhatikan kondisi tubuh dan pilihlah suhu air yang sesuai untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan Anda.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang mitos dan fakta seputar mandi malam dan Rematik, diharapkan masyarakat tidak lagi khawatir berlebihan dan dapat membuat keputusan yang lebih tepat untuk kesehatannya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved