Banggai Hari Ini
Bupati Banggai Terima Penghormatan Melalui Tradisi Pengantaran Pandanga
Amirudin Tamoreka dengan penuh kehangatan menyambut kedatangan rombongan adat yang membawa simbol-simbol penghormatan.
Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Regina Goldie
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri
TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Dalam rangka ucapan syukur dan ucapan penghormatan, Masyarakat Adat Mian Nu Nambo menggelar Pengantaran Pandanga kepada Bupati Banggai Amirudin dan Wakil Bupati Banggai Furqanuddin Masulili, di Rumah Jabatan Bupati Banggai, Kecamatan Luwuk Selatan.
Pengantaran Pandanga ini menjadi salah satu tradisi budaya masyarakat adat Mian Nu Nambo sebagai wujud syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.
Baca juga: Kunjungan ke Dinas UMKM Palu, Wali Kota Imbau Perbaiki Sistem Manajemen Internal
Camat Nambo Zubhan Ahmad mengatakan, Pandanga ini juga sebagai ucapan penghormatan tertinggi sekaligus sebagai ucapan terima kasih masyarakat adat Mian Nu Nambo kepada Pimpinan Daerah Kabupaten Banggai.
"Dimana waktu pelaksanaan tradisi budaya Pandanga hanya bisa dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW," jelas Zubhan Ahmad.
Amirudin Tamoreka dengan penuh kehangatan menyambut kedatangan rombongan adat yang membawa simbol-simbol penghormatan.
Baca juga: Sulteng Ukir Sejarah dengan Raihan 35 Medali di PON XXI Aceh-Sumut
Sebagai pimpinan daerah, Bupati Amirudin Tamoreka mengungkapkan rasa terima kasihnya atas penghormatan yang diberikan serta mengapresiasi masyarakat adat yang terus melestarikan budaya tersebut.
"Alhamdulillah sore hari ini, bapak ibu semua telah melaksanakan kegiatan adat yakni pengantaran Pandanga yang ada di Kecamatan Nambo," tutur Amirudin Tamoreka.
Amirudin Tamoreka menambahkan Pandanga yang hari ini diantar merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT atas rezeki yang diberikan selama ini.
"Mudah-mudahan Pandanga yang diberikan kepada kami dapat bermanfaat dan insya Allah dibalas berlipat ganda oleh Allah SWT," ucap Amirudin Tamoreka.
Baca juga: Badan Geologi Luncurkan Pedoman Pemetaan Likuefaksi di Refleksi 6 Tahun Pasigala
Dalam acara ini, para tokoh adat, pemuka masyarakat, serta warga setempat turut menyaksikan prosesi yang berlangsung khidmat.
Tradisi Pengantaran Pandanga bukan hanya sekedar simbol, tetapi juga mencerminkan komitmen masyarakat adat dalam mendukung pemerintahan setempat dan menjaga kelestarian budaya di wilayah Banggai. (*)
| Material Longsor Nyaris Hambat Jalan Trans Sulawesi di Banggai |
|
|---|
| Demi Beli Sabu, Pasutri di Bunta Banggai Bobol Rumah |
|
|---|
| Berpotensi Sumbat Aliran Air, Dinas PUPR Banggai Keruk Drainase di Jalan Ahmad Yani |
|
|---|
| Sapi Bantuan Presiden di Banggai Berbobot Rp875 Kg, Dibeli Seharga Rp119, 5 Juta |
|
|---|
| Mujiono hingga Sofhian Mile Salat Iduladha di Masjid Agung An-nuur Luwuk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/dasdasdfsadasdas.jpg)