Sulteng Hari Ini
Bank Sulteng Perkuat Struktur, Max Kembuan Jadi Komisaris Non-Independen
Dalam rapat ini, Mega Corpora resmi ditetapkan sebagai pemegang saham pengendali kedua di Bank Sulteng.
Penulis: Fadhila Amalia | Editor: Regina Goldie
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fadhila
TRIBUNPALU.COM, PALU - Wali Kota Palu Hadianto Rasyid diwakili Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) 2024 PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah (Bank Sulteng).
Acara tersebut berlangsung di Hotel Best Western Coco Palu, Jl Basuki Rahmat, Kelurahan Birobuli Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu.
Dalam rapat ini, Mega Corpora resmi ditetapkan sebagai pemegang saham pengendali kedua di Bank Sulteng.
Baca juga: KPU Tetapkan DPT Pilkada Banggai 269.838 Pemilih
Hal tersebut menandai langkah penting dalam penguatan peran Bank Sulteng di sektor perbankan daerah.
Selain itu, Bank Sulteng diterima masuk ke dalam Kelompok Usaha Bank (KUB) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sebagai anggota KUB, Bank Sulteng diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam menjalankan operasionalnya.
Baca juga: Rudi Dewanto: Pelatihan BBPVP Solusi Kesenjangan Tenaga Kerja
Struktur KUB Mega Corpora yang baru ini menempatkan PT Bank Mega Tbk sebagai perusahaan induk.
KUB Mega Corpora kini memiliki tiga anggota, yaitu PT Bank Mega Syariah, PT Allo Bank Indonesia Tbk, dan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah.
RUPS-LB juga memutuskan pengangkatan Max Kembuan sebagai Komisaris Non-Independen, mewakili Mega Corpora.
Baca juga: Hadianto Rasyid Resmi Buka Festival Tangga Banggo, Dorong Penguatan Budaya Khas Palu
Penunjukan ini diharapkan dapat memperkuat fungsi pengawasan dari Dewan Komisaris PT Bank Sulteng.
Diketahui, Max Kembuan menjabat sebagai Komisaris Non-Independen di PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank BSG), yang juga mewakili Mega Corpora.
Langkah strategis ini diharapkan semakin memperkuat posisi Bank Sulteng dalam memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian Sulawesi Tengah. (*)
| Retret Kepsek, Gubernur Anwar Hafid Tekankan Pendidikan Berbasis Masjid dan Akhlak |
|
|---|
| Purna Tugas 28 Tahun, Awaluddin Kembalikan Mobil Dinas sebagai Bentuk Integritas |
|
|---|
| Mobilitas Tinggi dan Cakupan Imunisasi Belum Merata Picu Lonjakan Campak di Sulteng |
|
|---|
| Lonjakan Campak di Sulteng, Dinkes Imbau Imunisasi untuk Anak |
|
|---|
| Kasus Campak Meningkat di Sulteng, Dinkes Catat Kota Palu Tertinggi dengan 428 Kasus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ndansidaosjisoajdiasjs.jpg)