Rabu, 8 April 2026

Palu Hari Ini

Jurnalis Diduga Diintimidasi, AJI Palu Beri Pernyataan Sikap

Adapun kronologi dugaan intimidasi dan pengancaman ini, bermula pada Minggu, 6 Oktober 2024 sekitar pukul 09.20 WITA.

Penulis: Misna Jayanti | Editor: Regina Goldie
Handover
Jurnalis di Kota Palu, Sulawesi Tengah diduga kembali menjadi korban intimidasi dan pengancaman. 

Laporan Wartawan TribunPalu, Misna Jayanti

TRIBUNPALU.COM, PALU - Jurnalis di Kota Palu, Sulawesi Tengah diduga kembali menjadi korban intimidasi dan pengancaman.

Kali ini dialami Halima Charoline atau yang akrab disapa Irma.

Jurnalis perempuan yang bekerja pada salah satu media itu diduga mendapat intimidasi dari oknum warga dan oknum TNI, saat dirinya berada di Lapangan Vatulemo ketika hendak meliput kembali dibukanya lapangan tersebut usai direnovasi.

Adapun kronologi dugaan intimidasi dan pengancaman ini, bermula pada Minggu, 6 Oktober 2024 sekitar pukul 09.20 WITA, Irma yang hendak meliput kembalinya aktifitas di lapangan tersebut, tengah ngobrol sejenak dengan dua rekannya.

Baca juga: 
Buka Bimtek Siskeudes, PJ Bupati Donggala Tekankan Peningkatan Kualitas Pengelolaan

Bertepatan dengan itu, datang seorang anak memotret dirinya menggunakan sebuah kamera dan menawarkan jasa foto tersebut kepada Irma.

Dia menolak tawaran itu sembari menyampaikan bahwa dirinya wartawan.

Belum selesai berbicara, tiba-tiba datang seorang perempuan yang ternyata orang tua dari salah satu terduga pelaku perudungan di SMP Negeri yang ada di Kota Palu, dan pernah diberitakan oleh jurnalis tersebut. 

Di hadapan orang banyak dan tepat di depan Markas Kodim 1306 Kota Palu, ibu tersebut menyebut bahwa Irma adalah wartawan abal-abal dan tidak profesional sebagai wartawan.

Juga berbagai kata-kata hinaan lainnya yang menyudutkan.

Baca juga: 
KPU Morowali Akan Gelar Debat Paslon Putaran Pertama Pada 19 Oktober 2024

Irma mencoba untuk menjelaskan, bahwa mekanisme dari komplain terhadap pemberitaan bisa ditempuh dengan hak jawab untuk meluruskan pemberitaan sebelumnya. Saat mencoba menjelaskan, suami dari ibu tersebut ikut melakukan intimidasi secara verbal kepada Irma.

Upaya intimidasi juga datang dari seseorang yang mengaku sebagai wartawan, dan menanyakan asal media. 

Ketika disebut mediaalkhairaat, oleh pemuda yang juga masih kerabat pasangan suami istri itu, mengatakan tidak mengenali media tempat Irma bekerja, dan lagi-lagi menyebut bahwa Irma wartawan abal-abal. 

Kondisi tersebut membuat dirinya merasa tidak aman karena telah dikerumuni beberapa orang, yang seolah ikut mengintimidasi.

Irma sedikit merasa aman, ketika melihat ada seorang yang menggunakan seragam loreng tidak jauh dari Markas Kodim 1306 Kota Palu.

Baca juga: 
Operasi Zebra Tinombala 2024, Polisi Sosialisasi Keselamatan Berlalu lintas di Kota Palu

Dia pun berharap anggota TNI tersebut bisa memberikan perlindungan kepada dirinya dan anaknya yang ketika itu ikut juga ke area Lapangan Vatulemo.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved