Minggu, 19 April 2026

Palu Hari Ini

Jurnalis Diduga Diintimidasi, AJI Palu Beri Pernyataan Sikap

Adapun kronologi dugaan intimidasi dan pengancaman ini, bermula pada Minggu, 6 Oktober 2024 sekitar pukul 09.20 WITA.

Penulis: Misna Jayanti | Editor: Regina Goldie
Handover
Jurnalis di Kota Palu, Sulawesi Tengah diduga kembali menjadi korban intimidasi dan pengancaman. 

“Saya langsung merapat ke bapak TNI itu, saya langsung perkenalkan bahwa saya wartawan dengan memperlihatkan id card. Tapi tidak ada respon dari anggota TNI itu,” ucap Irma.

Melihat tidak ada respon dari anggota TNI tersebut, Irma memutuskan untuk pergi ke Kantor Satpol PP Kota Palu guna meminta perlindungan.

Sebab, sebelumnya dia sudah menelpon Kasatpol PP Kota Palu dan melaporkan ada pasangan suami istri yang juga PKL di Lapangan Vatulemo, telah melakukan tindakan intimidasi. Oleh Kasatpol PP dia diarahkan untuk melapor ke Pos Pol PP.

Di Pos Pol PP yang berjarak sekitar 500 meter dari Lapangan Vatulemo, bertemu salah seorang anggota Pol PP. Bersama anggota Pol PP itu Irma kembali ke Lapangan Vatulemo, dengan harapan menyelesaikan masalah dibantu oleh Pol PP. 

Setibanya di lokasi, Irma menunjukan kepada anggota Pol PP oknum PKL yang melakukan intimidasi.

Tiba-tiba dengan suara lantang, oknum TNI yang diketahui berinisial IR itu mengatakan, bahwa Irma harus menjelaskan kronologis pemberitaan dahulu tentang anak dari PKL tersebut. 

Baca juga: 
Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemprov Sulteng Buka Gerakan Pangan Murah ke-44 Tahun 2024

Tindakan oknum TNI ini dinilai oleh Irma, terkesan membela dua warga yang melakukan intimidasi. 

Seolah makin terdesak, Irma pun mengabadikan video lewat kamera handphone, dengan maksud memperlihatkan kondisi yang ada. 

Oknum TNI yang melihat Irma mengambil gambar dan menyorot dirinya, tampak tidak terima dan berteriak dengan nada emosi “Hapus itu. Hapus Itu. Awas kalau tidak dihapus”.

Oknum tersebut juga menyuruh, salah seorang tukang parkir untuk menghapus video tersebut dan terjadilah tarik menarik handphone milik Irma dengan tukang parkir. 

Akibatnya, handphone yang juga digunakan sebagai alat kerja, mengalami sedikit kerusakan. 

Ketua AJI Palu meminta Irma untuk menyimpan video tersebut sebagai bukti.

Tidak puas, oknum TNI tersebut kembali emosi dan mengeluarkan perkataan bahwa

“Jika kamu laki-laki sudah lama saya hantam kau di sini," Perkataan itu diulang hingga sebanyak tiga kali. Teriakan oknum TNI ini pun menarik perhatian warga lainnya. 

Akibat dugaan intimidasi dan pengancaman itu, Irma bersama putrinya merasa trauma.

Baca juga: 
Yamaha Dukung Kejuaraan Bola Basket SMANSA di Taman Gor Palu

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved