Sulteng Hari Ini
Ekonomi Sulteng Tumbuh 9,08 Persen, Tertinggi Kedua Nasional di Kuartal III 2024
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sulawesi Tengah (Kanwil DJPb Sulteng) menggelar konferensi pers APBN Regional Sulteng periode Novemb
Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Zhikra
TRIBUNPALU.COM, PALU – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sulawesi Tengah (Kanwil DJPb Sulteng) menggelar konferensi pers APBN Regional Sulteng periode November 2024, Kamis (28/11/2024).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula InTress Kanwil DJPb Sulteng, Jl Tanjung Dako, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu.
Kanwil DJPb Sulteng mencatat, ekonomi Sulawesi Tengah selama kuartal tiga 2024 tumbuh sebesar 9,08 persen (yoy), dan menempati posisi tertinggi kedua.
Secara qtq, ekonomi Sulteng tumbuh 5,7 dari Q2 2024. Peningkatan ekonomi ditopang Net Export dengan share-to-growth sebesar 5,13 persen.
Baca juga: Koalisi Sangganipa Sikapi Hasil Hitung Cepat Pilgub Sulteng 2024
Dari sisi produksi, ekonomi Sulawesi Tengah yang impresif tersebut mampu mendongkrak kontribusi perekonomian Sulteng terhadap perekonomian Nasional sebesar share 1,72 persen pada Q3 tahun 2024, dan juga share sebesar 23,8 persen terhadap perekonomian Pulau Sulawesi.
Kepala Kanwil DJPb Sulawesi Tengah, Yuni Wibawa, menyampaikan bahwa kinerja Anggaran Pendapatan Belanja Negara (ABPN) hingga Oktober 2024 menunjukkan pertemuan positif.
"Kinerja APBN hingga Oktober 2024 telah mencapai Rp 10,64 Triliun dengan kenaikan sebesar 24,16 persen (yoy). Kinerja penerimaan pajak dalam negeri, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak PNBP memiliki andil signifikan bagi pertumbuhan pendapatan negara," ujar Kepala Kanwil DJPb Sulteng, Kamis (28/11/2024).
Yuni Wibawa juga menambahkan, peningkatan harga secara bulanan terpantau terjadi di Kota Luwuk sebesar 0,18 persen, dan Kabupaten Morowali sebesar 0,55 persen.
"Komoditas penyumbang inflasi tahunan tertinggi untuk periode Oktober 2024 adalah emas perhiasan, sigaret kretek mesin, dan kangkung dengan andil masing-masing sebesar 0,42 persen, 0,24 persen (yoy), dan 0,13 persen (yoy)," tambahnya.
Kepala Kanwil DJPb Sulteng tersebut menjelaskan, neraca perdagangan sampai dengan Oktober 2024 mencatatkan surplus perdagangan total sebesar US$61,11 Miliar, sedangkan Ekspor Sulteng sebesar US$7,4 Miliar.
"Dengan demikian, kenerja ekspor Sulteng secara agregat bertambah menjadi sebesar US$65,46 Miliar dalam periode Januari hingga Oktober 2024. Sementara itu, impor kedalam Provinsi Sulawesi Tengah pada Oktober 2024 tercatat USD 560,6 Juta (naik 39,01 persen mtm) dan secara agregat mencapai sebesar US$4,35 Miliar sampai dengan 31 Oktober 2024," jelasnya.
Sampai dengan Oktober 2024, penerimaan pajak di dominasi penerimaan PPh non migas mencapai Rp 5,21 Triliun. (*)
Sulawesi Tengah
| Jatam Sulteng Desak Audit Lingkungan, Soroti Risiko Pertambangan Batu dan Pasir di Palu-Donggala |
|
|---|
| Brigjen Pol Nasri Sulaeman Tiba di Palu, Siap Pimpin Polda Sulawesi Tengah |
|
|---|
| Aktivis PMII Sulteng Sebut Film Pesta Babi Gambarkan Realita Sosial Papua |
|
|---|
| Perkuat Pelindungan PMI, BP3MI Sulteng Ikuti Pencanangan Gerakan Migran Aman |
|
|---|
| Muhammad Safri Tegaskan Satgas Ketenagakerjaan Instrumen Penting Kawal Hak Pekerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Kantor-Wilayah-Direktorat-Jenderal-Perbendaharaan-Sulawesi-Tengahds.jpg)