Kamis, 7 Mei 2026

Uang Palsu di Sulteng

Peredaran Uang Palsu Rambah Sulteng, Warga Donggala, Morowali dan Kota Palu Jadi Korban

Maraknya video itu diunggah warga Sulteng usai kasus pabrik uang palsu di UIN Alauddin Makassar mencuat.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Zulfadli | Editor: mahyuddin
HANDOVER
Warga Sulawesi Tengah ramai-ramai melaporkan temuan uang palsu di media sosial. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Warga Sulawesi Tengah ramai-ramai melaporkan temuan uang palsu di media sosial.

Akun Facebook Sri Wahyuni Wahid mengunggah video temuan uang palsu di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali.

Dalam videonya itu, Sri Wahyuni Wahid memperlihatkan uang palsu pecahan Rp 100 ribu dua lembar.

Bagian pinggir uang palsu itu terbelah.

"Saya dapat uang palsu hari ini, dua lembar," kata wanita yang memegang uang palsu itu dikutip, Senin (23/12/2024).

Sementara temuan uang palsu di Kota Palu dilaporkan akun IG @Adinmema_

Baca juga: Tukang Jahit hingga Pegawai Kampus Terlibat Jaringan Uang Palsu UIN Makassar

Akun itu memperlihatkan pecahan uang palsu Rp 50 ribu yang didapatkan seorang penjual gorengan di Jl Kimaja.

Menurut pemilik warung, uang palsu itu didapatkannya dari seorang pembeli.

Temuan uang palsu di Kabupaten Donggala juga dilaporkan akun Facebook Mahfud Al Khaery.

Menariknya, uang palsu diunggah akun tersebut bukan pecahan Rp 50 ribu maupun Rp 100 ribu, melainkan Rp 5 ribu.

Video unggahan Mahfud Al Khaery juga memberikan penjelasan cara untuk membedakan uang asli dan palsu.

Diketahui, maraknya video itu diunggah warga Sulteng usai kasus pabrik uang palsu di UIN Alauddin Makassar mencuat.

Kasus itu menyeret 17 tersangka dengan 98 jenis barang bukti.

Baca juga: TERKUAK Cara Mesin Cetak Uang Bisa Masuk ke UIN Alauddin, Andi Ibrahim Cs Kelabui Satpam dan Staf

Total uang palsu yang dicetak di Perpustakaan Syekh Yusuf, Kampus II UIN Alauddin Makassar, berkisar Rp2 miliar.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 446 juta berhasil disita dari Kampus II UIN, lokasi yang diduga sebagai tempat percetakan.

Tersangka juga mencetak mata uang Korea, sertifikat deposit nilainya Rp45 triliun, lembar surat berharga SBN senilai Rp 700 triliun.(*/ViralLokal)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved