Banggai Hari Ini

Sakit Hati Putus Cinta, Pria di Banggai Aniaya Pacar

Aksi penganiayaan tersebut dipicu sakit hati karena hubungan mereka diakhiri oleh pacarnya. 

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Regina Goldie
HANDOVER
Seorang pemuda berinisial H (21) warga Desa Sinorang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai menganiaya kekasihnya NM (20) warga Desa Tetesulu Kecamatan Nuhon 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Seorang pemuda berinisial H (21) warga Desa Sinorang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai menganiaya kekasihnya NM (20) warga Desa Tetesulu Kecamatan Nuhon. 

Aksi penganiayaan tersebut dipicu sakit hati karena hubungan mereka diakhiri oleh pacarnya. 

Kapolsek Toili AKP Raden Hermawan menjelaslan peristiwa ini terjadi pada Minggu (6/1/2025) sekira pukul 20.00 Wita di Kantor Koperasi Desa Sentral Timur, Kecamatan Toili.

Bermula ketika korban pulang bersama temannya dari selesai makan di luar. Saat hendak masuk ke dalam kantor, korban dicegat oleh pelaku. 

Baca juga: DLH Palu Targetkan Kurangi Sampah Tingkat Masyarakat Hingga 10 Persen di Tahun 2025

Di saat itu pelaku langsung menarik hijab korban, menamparnya di bagian pipi sebelah kanan, serta memukul bagian perut sebanyak dua kali dengan tangan terkepal serta mencekik dari arah belakang.

"Setelah dipukul, korban berteriak minta tolong dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Toili," kata AKP Raden Hermawan.

Mendapati laporan tersebut, anggota Reskrim Polsek Toili melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari para saksi termasuk korban hingga pelaku.

Baca juga: Komisi IV DPRD Sulteng Tinjau RSUD Undata dan Madani, Beri Sejumlah Masukan untuk Tingkatkan Layanan

“Kita undang kedua pihak bersama orang tua masing-masing untuk dipertemukan di Mapolsek pada Kamis (9/1/2025). Akhirnya mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan,” tutur AKP Raden Hermawan.

Tanpa paksaan, keduanya sepakat untuk membuat surat pernyataan bersama, menandatanganinya, dan menyatakan bahwa masalah tersebut dianggap telah selesai.

Kasus ini menunjukkan bahwa penyelesaian masalah melalui pendekatan problem solving dan mediasi mengedepankan solusi damai dalam mengatasi konflik interpersonal. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved