Haji 2025
Daftar Kuota Jemaah Haji Reguler Tiap Provinsi dan Larangan Pemerintah Arab Saudi
Keberangkatan dan kepulangan jemaah melalui Bandara Amir Mohammad Bin Abdul Aziz di Madinah dan Bandara King Abdul Aziz di Jeddah.
TRIBUNPALU.COM - Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi resmi menandatangani kesepakatan operasional haji untuk tahun 2025.
MoU ditandatangani Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al-Rabiah.
Dalam kesepakatan itu, kuota Jemaah Haji Indonesia ditetapkan sebanyak 221 ribu orang.
Keberangkatan dan kepulangan jemaah melalui Bandara Amir Mohammad Bin Abdul Aziz di Madinah dan Bandara King Abdul Aziz di Jeddah.
Indonesia juga mendapatkan kuota petugas haji sebesar 1 persen dari jumlah jemaah, yakni 2.210 petugas.
Menteri Agama terus melobi pemerintah Arab Saudi untuk mendapatkan tambahan kuota petugas guna meningkatkan pelayanan.
Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi juga menyepakati soal keamanan.
Baca juga: Calon Jemaah Haji di Sulteng Jalani Serangkaian Tes Kesehatan di RSUD Anutapura Palu
Jemaah Haji Indonesia diminta mematuhi dan menaati peraturan Kerajaan Arab Saudi termasuk terkait pergerakan saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Jemaah juga diminta tidak melakukan aktivitas propaganda dan mengeraskan suara di tempat umum.
Sebaliknya, jemaah diminta untuk menghormati dan menjaga kesucian dua Tanah Suci.
Aturan lainnya berkenaan penggunaan perangkat fotografi, termasuk telepon genggam, agar tidak mengganggu keamanan dan ketertiban umum.
Larangan lainnya antara lain: mengibarkan bendera negara tertentu, mempublikasikan slogan-slogan politik dan partai, atau mempolitisasi musim haji.
Rencananya, Jemaah Haji Indonesia mulai masuk asrama 1 Mei 2025.
Baca juga: Keppres Biaya Haji 2025 Segera Terbit, Setoran Jemaah Rp 55,4 Juta dan Sisanya Ditanggung BPKH
Kemudian 2 Mei 2025, awal pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Tanah Air ke Madinah
Masa operasional pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji akan berlangsung selama 30 hari.
Sementara rata-rata masa tinggal jemaah haji Indonesia di Arab Saudi adalah 41 hari.
Jumlah jemaah haji reguler tahun 1446 H/2025 M berdasarkan KMA Nomor 1196 Tahun 2024:
Aceh: 4.378
Sumatera Utara: 8.328
Sumatera Barat: 4.613
Riau: 5.047
Kepulauan Riau (Kepri): 1.291
Jambi: 2.909
Bangka Belitung: 1.065
Sumatera Selatan: 7.0129
Bengkulu: 1.636
Lampung: 7.050
DKI Jakarta: 7.926
Banten: 9.461
Jawa Barat: 38.723
Jawa Tengah: 30.377
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY): 3.147
Jawa Timur: 35.152.
Bali : 698
Nusa Tenggara Barat: 4.499
Nusa Tenggara Timur: 668
Kalimantan Barat: 2.519
Kalimantan Tengah: 1.612
Kalimantan Selatan: 3.818
Kalimantan Timur: 2.586
Kalimantan Utara: 416
Gorontalo: 978
Sulawesi Utara: 713
Sulawesi Tengah: 1.993
Sulawesi Barat: 1.453
Sulawesi Selatan: 7.272
Sulawesi Tenggara: 2.019
Maluku: 1.086
Maluku Utara: 1.076
Papua Barat: 723
Papua: 1.076.(*)
| Layanan Haji Khusus Indonesia Tahun 2025 Dinilai Meningkat, Pengawasan Kemenag Berjalan Efektif |
|
|---|
| KUH KJRI Jeddah Umumkan 40 Jemaah Haji Masih Dirawat di Arab Saudi |
|
|---|
| Sebanyak 446 Jemaah Haji asal Indonesia Wafat di Tanah Suci Tahun 2025 |
|
|---|
| DPR Desak Kemenag Usut Tuntas Hilangnya 3 Jemaah Haji Indonesia |
|
|---|
| Haji 2025 Dinilai Gagal Total, DPR Desak KPK Selidiki Dugaan Penyimpangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Jemaah-Haji-Indonesia.jpg)