Imlek 2025
Tradisi Cem Beng, Bentuk Penghormatan Leluhur oleh Etnis Tionghoa
Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Tengah, Chandra Wijaya, menjelaskan bahwa tradisi ini memiliki nilai positif.
Penulis: Robit Silmi | Editor: Regina Goldie
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi
TRIBUNPALU.COM, PALU – Tradisi Cem Beng, atau sembahyang kubur, yang dilakukan etnis Tionghoa untuk menghormati leluhur.
Tradisi Cem Beng puncaknya pada awal Maret hingga 4 April 2025.
Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Tengah, Chandra Wijaya, menjelaskan bahwa tradisi ini memiliki nilai positif untuk mengenang leluhur sekaligus mengajarkan anak-anak menghormati orang tua.
Baca juga: Polres Morowali Kerahkan 172 Personel untuk Pengamanan Imlek 2025
“Ini adalah tradisi yang positif. Selain menghormati leluhur, kita juga menanamkan nilai penghormatan kepada generasi muda,” ujar Chandra Wijaya saat ditemui oleh jurnalis TribunPalu, Selasa (28/1/2025).
Chandra Wijaya turut memimpin pelaksanaan ritual sembahyang kubur yang menjadi bagian penting dari tradisi ini.
Ritual tersebut rutin dilakukan oleh masyarakat Tionghoa sebagai bentuk bakti kepada leluhur. (*)
| Rayakan Imlek 2025, Ini Doa dan Harapan Ketua PSMTI Sulteng untuk Umat Buddha di Palu |
|
|---|
| Tahun Baru Imlek 2025, Wijaya Chandra Ungkap Makna Barongsai Simbol Budaya dan Tradisi |
|
|---|
| Ibadah Imlek 2025 di Vihara Paramita Maitreya Luwuk Banggai Berjalan Aman |
|
|---|
| Personel Polres Donggala Jaga Kondusifitas Perayaan Imlek 2025 di Vihara Upekkha Maitreya Donggala |
|
|---|
| Imlek 2025 di PT IMIP Morowali, Suasana Meriah dan Penuh Tradisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ud890asud90-uas9d-uas9dad.jpg)