Kamis, 4 Juni 2026

Cadangan Devisa Indonesia Akhir Januari 2025 Capai 156,1 Miliar Dolar AS

Mengalami peningkatan dibandingkan dengan posisi pada akhir Desember 2024 yang sebesar 155,7 miliar dolar AS.

Tayang:
Editor: Regina Goldie
KONTAN/Carlous Agus Waluyo
CADANGAN DEVISA- Bank Indonesia (BI) menyatakan, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2025 sebesar 156,1 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso mengatakan, kenaikan posisi cadangan devisa tersebut bersumber dari penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, Jumat (7/2/2025). 

TRIBUNPALU.COM - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2025 tercatat sebesar 156,1 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Mengalami peningkatan dibandingkan dengan posisi pada akhir Desember 2024 yang sebesar 155,7 miliar dolar AS.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso, kenaikan cadangan devisa tersebut berasal dari penerbitan obligasi global oleh pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa.

Baca juga: Menkes Ajak Masyarakat Sulawesi Tengah Ikut Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Target 280 Juta Warga

Peningkatan cadangan devisa ini terjadi meskipun ada kebijakan untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah dan dalam kondisi ketidakpastian pasar keuangan global yang masih berlanjut.

"Posisi cadangan devisa pada akhir Januari 2025 setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," kata Denny dalam keterangannya, Jumat (7/2/2025).

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

"Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal," jelas Denny.

Baca juga: Sri Mulyani Pastikan Gaji Ke-13 dan Ke-14 PNS Dibayarkan Tahun Ini

Sementara prospek ekspor yang tetap positif serta neraca transaksi modal dan finansial yang diprakirakan tetap mencatatkan surplus.

Hal itu sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik, mendukung tetap terjaganya ketahanan eksternal. 

Di sisi lain, Bank Indonesia juga terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal, sehingga dapat menjaga stabilitas perekonomian dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved