OPINI
Sulteng di Tangan Anwar Hafid, Janji Politik Harus Ditunaikan
Tak hanya warga Sulteng, hampir warga di penjuru nusantara menyoroti provinsi dengan ribuan izin tambang serta puluhan perusahaan sawitnya.
Aulia Hakim
Pegiat Sosial & Lingkungan Sulteng
TRIBUNPALU.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menetapkan pasangan gubernur dan wakil gubernur hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.
Penetapan itu berdasarkan Surat Keputusan KPU Sulteng Nomor 5 Tahun 2025, yang disahkan dalam dalam Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Provinsi Sulawesi Tengah Pemilihan 2024, di Kota Palu, Kamis 6 Februari 2025.
Sehari sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) melalui putusan Nomor: 284/PHPU.GUB-XXIII/2025, Rabu 5 Februari 2025, secara resmi menyatakan tidak dapat menerima gugatan hasil pemilihan gubernur (pilgub) Sulawesi Tengah (Sulteng) yang diajukan pasangan Ahmad Ali-Abdul Karim Al Jufri.
Dengan begitu, Anwar Hafid dan Reny Lamadjido resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah periode 2025-2030.
Kemenangan Anwar-Reny ini tentu menjadi titik star awal bagi masyarakat Sulteng untuk membuka harapan lebih, terhadap kesejehteraan khususnya, atas kepemerintahan yang berjalan saat ini dan kedepannya.
Sehingga tak sabar rasanya menunggu momentum pelantikan secara resmi pemerintahan yang baru.
Pelantikan memang menjadi momen penting dalam siklus pemerintahan daerah.
Pergantian kepemimpinan sangat diharapkan rakyat tidak hanya sekedar membawa perubahan positif bagi tata kelola pemerintahan yang bersih, atau pelayanan publik yang maksimal.
Lebih dari itu, masyarakat butuh peningkatan ekonomi daerah yang meningkat guna bertujuan mendorong masyarakat bisa berdaulat atas daerah yang kaya dengan sumber dayanya.
Sebab Sulteng rasanya sangat intens diperbincangkan banyak orang.
Tak hanya warga Sulteng, hampir warga di penjuru nusantara menyoroti provinsi dengan ribuan izin tambang serta puluhan perusahaan sawitnya.
Memang begitu, toh Sulteng menjadi sentral industrialisasi yang menjadi kebanggaan dan capaian pemerintah pusat sejak lima bahkan sepuluh tahun belakangan.
Kalau merujuk pada Visi-Misi yang dikemukan oleh Anwar-Reny, ialah membawa Sulteng maju dan berkelanjutan (tidak merubah bahkan menghentikan program yang sebelumnya telah dijalankan oleh Cudy).
| Belajar dari Kaltim: Ketika Anggaran Diuji Empati Publik |
|
|---|
| Ketika Sertifikat Menjadi Senjata Pelumpuh Hak Rakyat di Bumi Tadulako |
|
|---|
| Semiotika Pesan Komunikasi Politik JK: Termul Jual, JK Beli |
|
|---|
| Melawan Reduksi Kebenaran di Ruang Siber: Sikap Rektor UMI dalam Menjaga Marwah Negarawan |
|
|---|
| Catatan dari Tanah Poso dan Morut: Menjaga Soliditas Organisasi Lewat Ruang Dialog |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Aulia-Hakim-Sulteng.jpg)