Rabu, 27 Mei 2026

8 Orang Ditangkap Dalam OTT KPK di OKU Sumsel, Ada Kepala Dinas hingga Anggota DPRD

Sejumlah pejabat OKU yang ditangkap KPK yakni Kepala Dinas PUPR dan anggota DPRD Ogan Komering Ulu (OKU).

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Lisna Ali
sripoku.com/leni juwita
DIBAWA KE PALEMBANG - Satu persatu oknum yang diamankan KPK keluar dari Polres OKU dan digiring masuk mobil untuk dibawa ke Palembang, Sabtu (15/3/2025). KPK melakukan OTT kepada 8 orang di Baturaja OKU, terdiri dari 3 orang anggota dewan, 3 orang ASN dan 2 orang kontraktor. 

Azhar menegaskan bahwa partainya akan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Namun, Hanura tetap mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi.

"Kita juga mendukung penegakan hukum, karena pada dasarnya Hanura merupakan partai yang taat dengan hukum," ucapnya.

Namun, ia belum mau banyak berkomentar terkait ditangkapnya Ketua DPC Hanura Kabupaten OKU.

"Untuk saat ini kita belum bisa berkomentar panjang lebar, mengingat belum juga ada rilis resmi dari KPK terkait penangkapan dan penahanan di Kabupaten OKU," jelasnya.

Kapolres OKU, AKBP Imam Zamroni sebelumnya membenarkan adanya OTT KPK di wilayahnya.

Pihaknya dalam proses OTT tersebut hanya menyediakan tempat bagi tim KPK untuk melakukan pemeriksaan.

"Siang tadi, kami dihubungi tim KPK untuk menyiapkan tempat pemeriksaan," ujarnya.

Kapolres mengaku tidak mengetahui detail mengenai siapa saja yang ditangkap dan kronologi kejadian.

Tersangka Dibawa ke Palembang 

KPK akhirnya membawa 8 orang  yang tertang kap dalam Operasi tangkap tangan (OTT)  dibawa ke Palembang dengan menggunakan 7 mobil  kendaraan roda empat menuju Palembang, Sabtu (15/3/2025) pukul 21. 40 WIB dari halaman Mapolres OKU.

Gerakan cepat  di bawah pengawalan ketat aparat keamanan membawa satu persatu masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan.  

Semua menggunakan masker sehingga sulit dikenali apalagi di malam hari.

Kapolres OKU mengatakan  ada 8 orang yang diamankan KPK dengan rincian 3 anggota dewan, 1 kepala OPD dan 3 ASN  serta 1 kontraktor.

"Saya tidak tahu detilnya kasusnya apa" kata Kaplres OKU.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved