Selasa, 21 April 2026

Donggala Hari Ini

BNNK Donggala Gencarkan Pendidikan Anti Narkoba dari Lingkungan Keluarga

Dalam rangka menguatkan ketahanan keluarga dalam pencegahan dan pemberantasan narkotika, BNNK Donggala gelar rapat koordinasi pelaksanaan fasilitas pe

Penulis: Misna Jayanti | Editor: Haqir Muhakir
TribunPalu.com/Misna
Dalam rangka menguatkan ketahanan keluarga dalam pencegahan dan pemberantasan narkotika, BNNK Donggala gelar rapat koordinasi pelaksanaan fasilitas pendidikan anti narkoba pada keluarga. Kamis (24/4/2025). 

Laporan Wartawan TribunPalu, Misna Jayanti

TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Dalam rangka menguatkan ketahanan keluarga dalam pencegahan dan pemberantasan narkotika, BNNK Donggala gelar rapat koordinasi pelaksanaan fasilitas pendidikan anti narkoba pada keluarga.

Rakor itu dilaksanakan di ruang rapat BNNK Donggala, Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala. Kamis (24/4/2025).

Kepala BNNK Donggala, Khrisna Anggara dalam sambutannya mengatakan pentingnya peran keluarga dalam strategi pencegahan narkoba.

"Kita gencarkan pencegahan, selama ini mungkin kalau kita berbicara pencegahan, kita banyak menyasar lingkungan pelajar, pekerja, dan pegawai. Namun ada yang tidak boleh kita lupakan yakni lingkungan keluarga," ujarnya.

Baca juga: Gubernur Sulteng Ancam Hentikan Aktivitas Perusahaan yang Lalai Tangani Banjir

Ia menjelaskan bahwa keluarga, khususnya orang tua, memiliki pengaruh besar terhadap perilaku anak. Menurutnya, peran ibu sangat sentral dalam pendidikan dan pembentukan karakter anak, termasuk dalam memberikan pemahaman terkait bahaya narkoba

"Kalau kita berbicara keluarga inti, berarti disitu ada orang tua, bapak, ibu, dan anak. Terutama yang paling umumnya memegang peranan sentral adalah ibu," ungkap Khrisna.

Khrisna menjelaskan tujuan dari kegiatan tersebut untuk memberikan bekal kepada orang tua dan anak untuk berperan aktif dalam mencegah narkoba dilingkungan keluarga.

Menurutnya, setiap orang tua, terlepas dari latar belakangnya, harus memiliki pengetahuan dasar tentang narkoba.

"Inti dari kegiatan ini adalah bagaimana nanti kita bisa memberikan pembekalan kepada para orang tua dan perwakilan anak. Jadi memang kalau kita bicara kondisi sekarang, mau tidak mau, suka atau tidak suka, setiap orang tua harus punya pemahaman mengenai narkoba," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar keluarga tidak hanya menyadari bahaya narkoba setelah anak atau anggota keluarga menjadi pecandu atau terjerat hukum. 

Pencegahan, kata dia, harus dimulai dari rumah melalui pola pengasuhan yang terbuka, edukatif, dan penuh perhatian.

"Jangan sampai keluarga kita bermasalah dengan narkoba kita tahu pada saat mereka sudah menjadi pecandu atau saat mereka berurusan hukum. Kalau kita berbicara pendidikan anti narkoba kepada keluarga ini sangat terkait dengan pola penasuhan," ujar Kaban BNNK Donggala.

Dalam kesempatan itu, Khrisna juga menyampaikan bahwa Desa Surumana telah resmi dideklarasikan sebagai Desa Bersih dari Narkoba (Bersinar) pada 17 April 2025.

Nantinya, Desa Surumana yang menjadi lokasi program ketahanan keluarga yang diselenggarakan oleh BNNK Donggala.

"Mudah-mudahan apa yang kita lakukan di Desa Surumana ini bisa diikuti oleh desa-desa yang lain dan bisa menjadi contoh yang baik," pungkas Khrisna. (*)
 
 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved