Sabtu, 25 April 2026

Hari Raya Waisak

Hari Raya Waisak Senin 12 Mei 2025, Ini Sejarah dan Maknanya

Senin 12 Mei 2025 dimaknai dengan perayaan Hari Raya Waisak. Hari Raya Waisak adalah Hari Raya Buddha.

Editor: Lisna Ali
Freepik
HARI RAYA WAISAK - Ilustrasi Hari Raya Waisak. Hari Raya Waisak jatuh pada Senin, 12 Mei 2025. Simak sejarah dan maknanya. 

Makna perayaan Waisak bukan semata seremonial, melainkan undangan untuk menelusuri kembali nilai-nilai kebijaksanaan, welas asih, dan kedamaian batin.

Ajaran Buddha tetap abadi dan terus menjadi pedoman moral yang membebaskan manusia dari keterikatan duniawi dan penderitaan batin.

Sejarah Hari Raya Waisak

Perayaan Waisak telah berlangsung sejak sebelum abad ke-19 dan awalnya dilakukan secara sederhana di lingkungan vihara.

Pada akhir abad ke-19, tradisi Waisak mulai mengalami transformasi karena pengaruh gerakan modernisasi yang dimulai di Sri Lanka dan kemudian menyebar ke kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.

Upaya umat Buddha di Sri Lanka untuk menjadikan Waisak sebagai hari suci yang diakui secara resmi akhirnya membuahkan hasil pada tahun 1950.

Pada tahun itu, Konferensi pertama World Fellowship of Buddhists digelar di Sri Lanka dan menetapkan Waisak sebagai hari peringatan kelahiran Buddha, yang dirayakan setiap purnama pertama di bulan Mei menurut kalender India kuno.

Perayaan Waisak di Indonesia

Dikutip dari Kompas.com, perayaan Hari Raya Waisak di Indonesia umumnya diperingati melalui festival lampion Waisak yang diadakan di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Salah satu ciri khas dari festival ini adalah pelepasan ribuan lampion kertas ke langit sebagai simbol harapan dan doa.

Tradisi perayaan Waisak di Candi Borobudur ini telah berlangsung sejak tahun 1929.

Pada hari suci tersebut, umat Buddha biasanya mengunjungi vihara atau kuil setempat.

Sebagian dari mereka menetap di sana sepanjang hari, terutama saat malam bulan purnama.

Mereka juga melakukan berbagai aktivitas spiritual seperti berbuat kebajikan, melantunkan doa, bermeditasi, merenungi ajaran Buddha, membawa persembahan, serta berbagi makanan kepada sesama.

Prosesi perayaan tersebut biasa dilakukan dengan memakai pakaian putih sebagai lambang kesucian.

Tradisi bertukar kartu ucapan dengan keluarga dan teman juga menjadi bagian dari perayaan Waisak.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved