BPJS Kesehatan

Program JKN Bantu Biaya Angel Lalui Perawatan Demam Tinggi di Rumah Sakit

Angel (20), seorang mahasiswi asal Palu yang sempat mengalami kondisi kesehatan serius pada awal tahun 2023.

Editor: Lisna Ali
istimewa
Angel (20), seorang mahasiswi asal Palu yang sempat mengalami kondisi kesehatan serius. Ia diharuskan menjalani perawatan di salah satu rumah sakit, beruntung Angel terdaftar program JKN, sehingga dapat meringankan biaya perawatan. 

TRIBUNPALU.COM -Angel (20), seorang mahasiswi asal Palu yang sempat mengalami kondisi kesehatan serius pada awal tahun 2023.

Sakitnya itu, beruntung, ia telah terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari segmen Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU BU) kelas dua, sebagai tanggungan dari orang tuanya yang bekerja di sektor swasta.

Angel menceritakan bahwa gejala awal yang ia alami saat itu tampak seperti sakit perut biasa yang disertai rasa pusing. Namun, dalam waktu singkat kondisinya memburuk.

“Awalnya saya kira cuma masuk angin biasa, perut terasa sakit, kepala pusing, dan mual. Tapi ternyata semakin parah, saya sampai demam tinggi, suhu badan saya sampai 40 derajat dan bahkan sempat mengalami sesak napas. Waktu itu langsung panik, dan orang tua saya memutuskan membawa saya ke klinik Basuki Rahmat,” kata Angel saat ditemui pada Kamis (10/4/2025).

Namun, setelah menjalani pemeriksaan di klinik, kondisinya tak kunjung membaik. Melihat demam yang terus bertahan tinggi dan gejala yang tak mereda, keluarganya segera membawanya ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Samaritan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Di klinik sudah sempat dikasih obat, tapi suhu badan saya tetap tidak turun. Orang tua saya akhirnya memutuskan untuk membawa saya ke rumah sakit. Di UGD langsung ditangani dan diperiksa secara menyeluruh,” jelasnya.

Saat itu, dokter menduga Angel mengalami Demam Berdarah Dengue (DBD), mengingat gejala yang mirip seperti sakit perut, demam tinggi, dan rasa mual yang berkepanjangan.

Angel kemudian dirawat inap selama tiga hari penuh untuk observasi dan perawatan intensif.

“Diagnosis awalnya DBD, tapi setelah dirawat selama tiga hari dan dilakukan beberapa tes lanjutan, kondisi saya perlahan mulai membaik. Demamnya turun, mualnya juga sudah tidak terasa, dan saya mulai bisa makan dengan normal,” ujarnya.

Selama menjalani perawatan di rumah sakit, seluruh pembiayaan ditanggung melalui Program JKN.

Angel mengaku sangat bersyukur atas kemudahan dan jaminan kesehatan yang diberikan karena dirinya tidak perlu memikirkan beban biaya saat fokus menjalani proses penyembuhan.

“Saya sangat bersyukur jadi peserta JKN, karena semuanya ditanggung. Mulai dari biaya UGD, kamar rawat inap, obat-obatan, sampai pemeriksaan laboratorium. Kalau harus bayar sendiri, saya yakin biayanya tidak sedikit,” tutur Angel.

Tak hanya dari sisi finansial, Angel juga mengapresiasi layanan yang ia terima selama menjalani perawatan.

Menurutnya, para tenaga medis di rumah sakit sangat responsif, ramah, dan cepat dalam menangani pasien. Proses administratif juga berjalan lancar, berkat sistem JKN yang telah terintegrasi di fasilitas kesehatan.

“Saya tidak perlu repot mengurus banyak dokumen, cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk dan langsung diproses. Itu sangat membantu sekali, terutama di kondisi darurat seperti saya waktu itu,” tambahnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved