Jumat, 8 Mei 2026

Sulteng Hari Ini

136 Ribu Kendaraan di Parimo Ikut Pemutihan, Gubernur: Masih Banyak Belum Terlayani

Data tersebut dihimpun dari seluruh kabupaten dan kota selama masa pelaksanaan program pengampunan pajak berlangsung.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
Faaiz/TribunPalu
Sebanyak 136.000 kendaraan tercatat mengikuti program penghapusan pajak kendaraan bermotor di Sulawesi Tengah. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIMO - Sebanyak 136.000 kendaraan tercatat mengikuti program penghapusan pajak kendaraan bermotor di Sulawesi Tengah.

Data tersebut dihimpun dari seluruh kabupaten dan kota selama masa pelaksanaan program pengampunan pajak berlangsung.

Baca juga: Masa Pemutihan Pajak Berakhir, Gubernur Sulteng Pertimbangkan Bakal Perpanjang

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid menyebut capaian ini positif, tapi belum mewakili keseluruhan wajib pajak di daerah.

“Angka ini belum mencakup seluruh masyarakat. Masih banyak yang belum ikut,” kata Anwar Hafid di Parigi, Kamis (15/5/2025).

Menurut Anwar Hafid, keterbatasan waktu dan penyebaran informasi menjadi kendala utama rendahnya cakupan pendaftar.

Banyak warga yang baru mengetahui informasi program ini hanya beberapa hari menjelang penutupan.

“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh bersama pemerintah kabupaten dan kota,” ujarnya.

Baca juga: Irminia Izhma Jemaah Calon Haji Termuda asal Sulteng, Ternyata Pelajar di Kairo

Anwar membuka kemungkinan perpanjangan jika hasil evaluasi menunjukkan urgensi lanjutan program.

“Kami pertimbangkan memberi kesempatan lagi kepada masyarakat yang belum sempat,” tambahnya.

Sementara itu, antrean panjang sempat terjadi di sejumlah Samsat, termasuk di Kabupaten Parigi Moutong.

Warga dari pelosok kecamatan berdatangan sejak pagi demi mengikuti program pemutihan pajak.

Tingginya antusiasme membuat petugas kewalahan dan pelayanan menjadi lebih lambat dari biasanya.

Beberapa wajib pajak mengaku belum terlayani meski sudah menunggu selama berjam-jam.

Baca juga: Viral Sosok Sogol Suruo Sadino, Janji Telan Panci Jika Ijazah Jokowi Terbukti Palsu

Kondisi ini menunjukkan minat masyarakat besar, tetapi daya tampung layanan masih terbatas.

Anwar berharap ke depan ada pola pelayanan lebih baik agar partisipasi masyarakat meningkat.

“Targetnya bukan hanya meringankan beban warga, tapi juga meningkatkan kesadaran bayar pajak,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved