Jemaah Haji Diminta Waspada Cuaca Panas Ekstrem di Arab Saudi
Di antaranya dehidrasi dan kelelahan yang dapat memicu kejadian akut penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, gagal jantung.
TRIBUNPALU.COM - Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi diiringi kelembaban udara yang rendah dapat berdampak kepada permasalahan kesehatan Jemaah Haji.
Di antaranya dehidrasi dan kelelahan yang dapat memicu kejadian akut penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, gagal jantung, dan penyakit paru kronis.
Baca juga: Puan Maharani Minta Kemnaker Sidak dan Sanksi Perusahaan yang Masih Tahan Ijazah Pekerja
Berdasarkan data real time Tim Sanitasi dan Pengamanan Pangan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) pada 20 Mei 2025, suhu udara di Makkah dan Madinah mencapai kisaran 41–45 derajat Celsius.
"Di tengah tantangan cuaca ekstrem di Arab Saudi, dengan suhu tinggi dan potensi dehidrasi, kami meminta para jemaah haji Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kondisi kesehatan akut maupun memperburuk penyakit kronis yang sudah ada," kata dr Mohammad Imran, MKM, Kepala Bidang Kesehatan (Kabid) PPIH Arab Saudi, dilansir laman Kemenkes, Kamis (22/5/2025).
Baca juga: Ini Bentuk Ijazah Asli Jokowi yang Diperiksa Bareskrim Polri, Identik dengan 3 Pembanding
"Begitupun dengan para petugas kesehatan haji untuk terus mengingatkan jemaah menjaga kondisi tubuh secara optimal dan memastikan asupan cairan yang cukup selama berada di Tanah Suci," sambungnya.
Kabid Kesehatan juga menyarankan agar jemaah minum air secara teratur meskipun tidak merasa haus.
"Dehidrasi bisa datang dengan cepat dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius. Bawa selalu botol air minum dan isi ulang sesering mungkin," jelasnya.
Perlu diketahui, kurangnya asupan cairan dalam tubuh dapat menjadi ancaman dehidrasi dan berbahaya bagi tubuh.
Baca juga: Jemaah Calon Haji asal Parimo Tiba di Arab Saudi, Mulai Persiapan Ibadah di Tanah Suci
Dehidrasi merupakan kondisi di mana seseorang kehilangan lebih banyak cairan dalam tubuh daripada yang mereka terima.
Dehidrasi tidak hanya dapat dirasakan oleh orang dewasa, namun juga oleh bayi, anak-anak, hingga orang tua.
Pada kenyataannya, terdapat variasi gejala dehidrasi yang dialami, dan tergantung dari tingkat keparahannya, sehingga banyak orang yang tidak menyadari bahwa tubuhnya telah mengalami dehidrasi.
Untuk itu, mengetahui gejala umum dehidrasi menjadi penting agar menghindari bahaya dehidrasi seperti merusak fungsi ginjal, meningkatkan risiko terkena batu ginjal, hingga menyebabkan kerusakan otot.
Baca juga: Ini 5 Strategi Jitu Main FF yang Perlu Kamu Tahu
Gejala Dehidrasi yang Harus Diwaspadai
Berikut empat gejala umum seseorang mengalami dehidrasi, di antaranya sebagai berikut:
Merasa Pusing
Kelelahan/kurang energi
Buang air kecil dengan intensitas jarang
Merasa kering pada daerah mulut bibir dan mata.
Dengan mengetahui gejala dehidrasi tersebut, diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan serta kesadaran terhadap diri sendiri untuk mau mencukupi kebutuhan cairan pada tubuh.
Konsumsi air putih yang disarankan untuk orang dewasa adalah 2 liter per hari.
Selain dari minuman, makanan juga dapat memberikan asupan cairan pada tubuh yaitu sekitar 20 persen yang dapat diperoleh dari buah dan sayur, misalnya bayam dan semangka yang mengandung 90 persen air.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Jamaah Haji Embarkasi Yogyakarta dan Jakarta Bakal Tiba Perdana di Madinah |
|
|---|
| 163 Calon Jemaah Haji dari Banggai Diberangkatkan 11 Mei 2026 |
|
|---|
| Sambangi Kanwil Kemenhaj Sulteng, Matindas J Rumambi Tinjau Kesiapan Haji 2026 |
|
|---|
| 128 Calon Jemaah Haji Poso Dapat Tambahan Dana Rp2,8 Juta dari Pemkab |
|
|---|
| Pemerintah Pastikan Tidak Ada Visa Haji Furoda Tahun Ini, Waspada Penipuan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/jemaah-haji.jpg)