Minggu, 12 April 2026

Haji 2025

Masjidil Haram Padat, Jemaah Haji Diimbau Batasi Ibadah Umrah

Imbauan ini disampaikan untuk menghindari kelelahan secara fisik, mengingat kondisi Masjidil Haram saat ini sangat padat. 

Editor: Fadhila Amalia
Tribunnews.com/ Dewi Agustina
JEMAAH HAJI - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau kepada jemaah haji Indonesia untuk membatasi aktivitas ibadah umrah sunnah secara berulang. 

TRIBUNPALU.COM - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau kepada jemaah haji Indonesia untuk membatasi aktivitas ibadah umrah sunnah secara berulang.

Imbauan ini disampaikan untuk menghindari kelelahan secara fisik, mengingat kondisi Masjidil Haram saat ini sangat padat. 

Baca juga: Puncak Haji, 184 Ribu Jemaah Indonesia Telah Kantongi Kartu Nusuk

Diketahui dengan berakhirnya operasional layanan haji gelombang I di Madinah, saat ini seluruh jemaah haji Indonesia terkonsentrasi di Kota Makkah. 

Akibatnya Kota Makkah saat ini padat, khususnya di Masjidil Haram yang menjadi pusat ibadah jemaah haji dari berbagai belahan dunia.

Jemaah haji juga diimbau untuk memanfaatkan waktu mendalami manasik haji, baik secara mandiri, maupun bersama para pembimbing ibadah yang ada di pemondokan.

Baca juga: Diumumkan Hari Ini, Sebanyak 253.421 Peserta UTBK SNBT 2025 Dinyatakan Lolos

"Pemahaman mendalam tentang manasik haji akan berkontribusi bagi kualitas ibadah jemaah," ungkap Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik, Akhmad Fauzin dalam Konferensi Pers Penyelenggaraan Ibadah Haji 1446H/ 2025 M, di Makkah, Selasa (27/5/2025). 

Selanjutnya mengingat cuaca di Makkah juga sangat panas di siang hingga sore hari berkisar di 41-43 derajat celcius, jemaah haji lansia disarankan agar melaksanakan  aktivitas ibadah wajib, dilakukan di masjid yang ada di dalam hotel.

Merujuk pendapat ulama, Salat Fardu di seluruh Tanah Haram, sama pahalanya bila salat di Masjidil Haram

"Jemaah juga diimbau senantiasa membawa identitas diri bila akan ke masjid atau ke luar hotel berupa Kartu Nusuk, kartu bus dan nomor hotel tempat menginap. Pastikan tidak hilang, tertinggal atau dititipkan ke orang lain," pesan Fauzin. 

"Bila akan ke Masjidil Haram, pastikan selalu berada dalam rombongan, jangan memisahkan diri. Bawa tas serut untuk menyimpan sandal, jangan menitipkan sandal ke pasangan atau orang lain," lanjutnya. 

Faizin juga memastikan bahwa petugas haji siap sedia untuk membantu jemaah.

Baca juga: KOJK Sulteng Resmi Buka Bulan Literasi Keuangan 2025, Libatkan Ratusan Ibu PKK di Palu

Jemaah diminta agar tidak sungkan untuk meminta bantuan petugas yang berada di mana saja bila dalam kesulitan.

"Kami berharap agar sesama jemaah juga dapat saling bantu antarsesama," tandasnya.

95 Persen Kartu Nusuk Sudab Terdistribusi 

Sementara itu hingga hari ini jumlah kartu Nusuk yang sudah sampai di tangan jemaah haji mencapai 95 persen, baik untuk haji reguler, maupun haji khusus. 

Baca juga: Samuel Yansen Pongi Hadiri Penilaian Lomba Desa Tingkat Kabupaten di Desa Lonca Sigi

"Hingga saat ini, jemaah haji yang telah tiba di Tanah Suci mencapai 185.075 orang. Tercatat  95 persen  atau 176.437 jemaah haji Indonesia, baik haji reguler maupun haji khusus, yang telah menerima kartu Nusuk," kata Akhmad Fauzin.

Kartu Nusuk ini diterbitkan oleh Syarikah penyedia layanan jemaah haji Indonesia.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved