Senin, 11 Mei 2026

Nama Jokowi Kembali Mencuat, Kali Ini Dijagokan Pimpin PPP

Nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali mencuat sebagai kandidat pemimpin partai politik.

Tayang:
Editor: Lisna Ali
Tribun Solo
DIGADANG PIMPIN PPP - Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat ditemui di kediamannya, Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat (7/2/2025). JSetelah membuka peluang ikut pemilihan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), kini Jokowi yang memimpin Indonesia dua periode dijagokan sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP). 

Mereka adalah mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Dudung Abdurachman, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan eks Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

Bahkan, Rommy menyebut pernah membujuk Anies untuk menjadi ketua umum PPP.

Ia juga mengaku sudah berkonsultasi dengan Jokowi terkait nama Amran Sulaiman.

"Saya berusaha sebisa mungkin agar partai ini kembali ke Senayan. Effort untuk ke situ mahaberat, mengingat belum ada satu sejarah pun sejak 1998, partai yang terlempar dari Senayan, mampu kembali," ujar Rommy, Senin (26/5/2025).

"Karenanya, dibutuhkan extraordinary power dan extra ordinary leader untuk memimpin PPP. Karenanya, saya berusaha membujuk banyak tokoh yang saya nilai mampu, baik karena ketokohannya," sambungnya.

Jokowi Buka Peluang Ikut Pemilihan Ketum PSI

Diberitakan sebelumnya, mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) membuka peluang ikut pemilihan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Selain Jokowi, ada nama Kaesang Pangarep masuk bursa calon ketua umum partai berlambang bunga mawar dalam genggaman tersebut.

Kaesang yang merupakan putra bungsu Jokowi, saat ini masih menjabat Ketua Umum PSI.

PSI akan menggelar pemilihan ketua umum pada Juni 2025 mendatang.

Jokowi belum mendaftar sebagai calon ketua umum karena masih menimbang peluang untuk memenangkan pemilihan menjadi pemimpin PSI.

Kepada awak media, Jokowi mengatakan tidak ingin kalah jika sudah memutuskan untuk ikut dalam pemilihan Ketua Umum PSI.

"Ya masih dalam kalkulasi. Jangan sampai kalau nanti misalnya saya ikut, saya kalah," kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Rabu (14/5/2025) dilansir Tribunnews.com.

Jokowi masih mempertimbangkan hal itu lantaran sistem pemilihan one man one vote dalam pemilihan Ketua Umum PSI memberikan tantangan tersendiri.

"Belum (mendaftar). Kan masih panjang, seingat saya masih Juni. Ya belum tahu (seberapa besar peluang menang)."

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved