Minggu, 12 April 2026

Nama Jokowi Kembali Mencuat, Kali Ini Dijagokan Pimpin PPP

Nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali mencuat sebagai kandidat pemimpin partai politik.

Editor: Lisna Ali
Tribun Solo
DIGADANG PIMPIN PPP - Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat ditemui di kediamannya, Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat (7/2/2025). JSetelah membuka peluang ikut pemilihan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), kini Jokowi yang memimpin Indonesia dua periode dijagokan sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP). 

TRIBUNPALU.COM - Nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali mencuat sebagai kandidat pemimpin partai politik.

Setelah membuka peluang ikut pemilihan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), kini Jokowi yang memimpin Indonesia dua periode dijagokan sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Jokowi akan bersaing dengan sederet tokoh, di antaranya mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Dudung Abdurachman, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan eks Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

Pemilihan Ketua Umum PPP akan dilakukan dalam Muktamar PPP yang direncanakan pada bulan Agustus-September 2025.

Ketua Mahkamah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ade Irfan Pulungan menilai Joko Widodo (Jokowi) dapat mengantarkan partai berlambang Ka'bah itu kembali ke DPR pada 2029. 

Menurutnya, Presiden ke-7 Republik Indonesia itu merupakan sosok yang layak memimpin PPP untuk periode berikutnya.

“Kalau ada yang menawarkan beliau menjadi Ketua Umum PPP, itu sangat luar biasa. Dan kalau dia merespons itu, menurut saya sebuah anugerah bagi PPP," ujar Irfan pada Selasa (27/5/2025), dilansir Kompas.com.

"Insya Allah kalau PPP dipimpin oleh Pak Jokowi, insya Allah bertiga dan kembali ke Senayan. Mudah-mudahan bisa menjadi lima besar sehingga mendapat pimpinan di DPR," sambungnya.

Sebagai informasi, PPP untuk pertama kalinya gagal mendapatkan kursi di DPR sejak mengikuti pemilihan umum (pemilu) sejak 1977.

Dalam Pemilu 2024, partai berlambang Ka'bah itu mendapatkan 5.878.777 suara atau 3,87 persen suara. Angka tersebut tak mencapai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) sebesar 4 persen.

Menurut Irfan, Jokowi merupakan sosok yang tepat untuk memimpin PPP. Pengalamannya di bidang politik dan pemerintahan tentu menjadi sangat tepat untuk memimpin partai berlambang Ka'bah itu. Apalagi, Irfan melihat Jokowi sebagai sosok yang mengerti sejarah dan perkembangan PPP selama ini.

"Tentu sosok-sosok yang seperti itu saya pikir cukup capable jika PPP itu dipimpin oleh orang yang sudah memiliki pengalaman politik yang cukup panjang, ya, dan cukup lama pengalaman dari pemerintahannya untuk bisa memimpin sebuah partai," ujar Irfan.

Irfan mengatakan, PPP saat ini membutuhkan pembenahan dan orang yang tepat melakukan hal tersebut adalah Jokowi.

"Saya pikir figur Pak Jokowi yang cocok untuk memimpin PPP supaya ada pembenahan, ya, ada semacam pembaruan, ya, transformasi yang dilakukan oleh Pak Jokowi," ujar eks Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) itu.

Sebelumnya, Ketua Majelis Pertimbangan Partai PPP, Romahurmuziy atau Rommy, mengungkap sejumlah nama dari eksternal yang masuk bursa calon ketua umum PPP.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved