Selasa, 28 April 2026

Palu Hari Ini

Mangrove Rangers dan Mahasiswa Unisa-Untad Bersihkan Pantai dan Tanam Mangrove di Palu

Terdapat tiga jenis mangrove yang ditanam dalam kegiatan tersebut, yakni Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, dan Rhizophora stylosa.

Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Zulfadli/TribunPalu.com
HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, komunitas Mangrove Rangers Kota Palu bersama mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Alkhairaat (Unisa) dan Universitas Tadulako (Untad) menggelar aksi bersih pantai dan penanaman bibit mangrove, Minggu (1/6/2025). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Komunitas Mangrove Rangers Kota Palu bersama mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Alkhairaat (Unisa) dan Universitas Tadulako (Untad) menggelar aksi bersih pantai dan Penanaman Mangrove, Minggu (1/6/2025).

Kegiatan yang mengusung tema "Hentikan Polusi Plastik" ini berlangsung di kawasan Pantai Dupa Indah, Kelurahan Layana, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Baca juga: Dinilai Picu Penyakit, DPRD Palu Minta Pemkot Buat Aturan Larangan Jual-Beli Pakaian Bekas Impor

Pantauan TribunPalu.com, aksi dimulai sejak pukul 15.30 WITA. Puluhan mahasiswa tampak antusias menanam sekitar 1.000 propagul mangrove di area pesisir.

Terdapat tiga jenis mangrove yang ditanam dalam kegiatan tersebut, yakni Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, dan Rhizophora stylosa.

Selain penanaman, sekitar 50 peserta juga turut membersihkan sampah plastik yang berserakan di sepanjang pesisir Pantai Dupa.

Baca juga: Cerita Wendi Cagur Batal Naik Haji 2025, Visa Furoda Jadi Penyebab: Allah Punya Takdir

Pembina Mangrove Rangers Palu, Hamzah Tjakunu, menjelaskan bahwa kawasan Pantai Dupa merupakan wilayah bekas terdampak tsunami 2018 dan memiliki sejarah sebagai ekosistem mangrove.

"Area ini dulunya merupakan ekosistem mangrove yang telah ada sejak lama. Saat tsunami melanda, banyak partikel lumpur yang terlepas, merusak kawasan ini," ujar Hamzah Tjakunu.

Ia menyebutkan, aksi rehabilitasi seperti yang dilakukan mahasiswa Untad dan Unisa bersama Mangrove Rangers menjadi bagian penting dalam percepatan pemulihan ekosistem pesisir Teluk Palu.

Baca juga: Wabup Samuel Yansen Pongi Sebut Jumlah Lansia di Sigi Capai 13.156 Orang

"Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya menanam mangrove, tetapi juga menjadi media edukasi bagi mahasiswa agar kelak mereka bisa menjadi pelopor rehabilitasi lingkungan di daerah masing-masing," lanjutnya.

Hamzah juga menambahkan bahwa pengetahuan mengenai restorasi pesisir akan terus berkembang melalui keterlibatan aktif para pihak dan pencarian referensi ilmiah yang berkelanjutan.

Bibit mangrove yang ditanam pada kegiatan ini merupakan hasil panen dari program serupa yang pernah dilakukan para relawan di wilayah Kabupaten Parigi Moutong.

Baca juga: Fakta-fakta Shuniyya Ruhama, Waria yang Diduga Jadi Penceramah, Ternyata Transeksual Lulusan UGM

"Total ada seribu propagul yang ditanam. Bibitnya kami ambil dari Parigi Moutong, hasil dari kegiatan sebelumnya yang dilakukan para relawan di sana. Kini hasilnya bisa dimanfaatkan untuk restorasi di Teluk Palu," pungkas Hamzah. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved