Hari Tasyrik 2025: Simak Jadwal, Amalan Sunnah dan Maknanya
Sedangkan pendapat kedua terkait penamaan hari Tasyrik karena pelaksanaan ritual qurban dilakukan setelah matahari terbit.
Syekh Ibnu Manzur (711 H) dalam magnum opusnya Lisan al-Arab menyebutkan terdapat perbedaan pendapat Ulama tentang alasan perbedaan penamaan tasyrik.
Pendapat pertama, hari-hari tersebut dinamakan "Tasyrik" dikarenakan waktu tersebut adalah hari di mana umat Islam menjemur daging qurban mereka untuk dibuat dendeng.
Baca juga: Fazzio Modifest Makassar Kembali Hadirkan Modifikasi Gaya Urban Anak Muda Kota Daeng
Pendapat tersebut disandarkan pada masa Rasulullah SAW belum adanya teknologi pendingin seperti kulkas, sehingga, masyarakat kala itu menyimpan daging dengan waktu lama dengan cara dijemur.
Sedangkan pendapat kedua terkait penamaan hari Tasyrik karena pelaksanaan ritual qurban dilakukan setelah matahari terbit.
Selain itu, larangan puasa di hari Tasyrik dikarenakan waktu tersebut sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk menikmati berbagai hidangan dan olahan dari daging qurban, seperti dirangkum dari mui.or.id.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Peternak Sulteng Diminta Tingkatkan Kebersihan Kandang Jelang Idul Adha |
|
|---|
| Jelang Idul Adha 2026, Disbunak Sulteng Ingatkan Peternak Waspada PMK |
|
|---|
| 120 Sapi Kurban Akan Dikirim ke Luar Daerah, Instalasi Karantina Sulteng Siap Tampung 400 Ekor |
|
|---|
| Badan Karantina Indonesia Pastikan Sapi Kurban Sulteng Dipasok ke Luar Daerah Bebas PMK |
|
|---|
| Kabupaten Donggala Jadi Tertinggi Vaksinasi PMK di Sulteng Triwulan I 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/hari-tasyrik.jpg)