Sulteng Hari Ini
Menteri Transmigrasi Tinjau Kawasan Transmigrasi dan Sentra Kopi di Sigi
Kunjungan tersebut bertujuan untuk berdialog dengan warga transmigrasi sekaligus meninjau potensi ekonomi lokal, terutama pengolahan Kopi khas Sigi.
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Menanggapi kondisi jalan masuk ke Desa Lembantongoa yang rusak, Menteri Iftitah berkomitmen mengalokasikan bantuan pengaspalan sepanjang dua kilometer.
Selain infrastruktur, ia juga menginventarisasi sejumlah kebutuhan mendesak warga, seperti pembangunan menara komunikasi, pasokan listrik dari PLN, perbaikan fasilitas sekolah, dan sertifikasi lahan.
Baca juga: Dua Pelaku Curanmor Ditangkap Reskrim Polsek Tawaeli, Pernah Beraksi di 8 Lokasi Berbeda
Sementara itu, Gubernur Anwar Hafid menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif pemerintah pusat dan menyambut baik perhatian yang diberikan kepada kawasan transmigrasi di Sigi.
Ia juga berkomitmen memperkuat sektor ekonomi lokal, khususnya pengembangan Kopi Sigi yang dikenal sebagai “Emas Hitam”.
Sebagai bentuk konkret, Gubernur akan mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khusus Kopi di Desa Lembantongoa.
Langkah ini bertujuan menyiapkan sumber daya manusia yang terampil dalam pengelolaan dan pengembangan industri Kopi.
Di sektor infrastruktur, pemerintah provinsi akan menambah dukungan pengaspalan dua kilometer jalan, sedangkan Pemerintah Kabupaten Sigi diharapkan menambah satu kilometer lagi, sehingga total lima kilometer akses jalan menuju desa dapat diselesaikan.
Lebih lanjut, Gubernur mengajak masyarakat transmigran memanfaatkan Program 9 Berani, seperti Berani Beasiswa untuk bantuan pendidikan dan Berani Sehat.
Untuk mendorong produktivitas, pemerintah provinsi akan menyalurkan bantuan bibit Kopi kepada masyarakat. Pemerintah pusat pun diharapkan mendukung pengembangan industri hilir Kopi untuk memperkuat ekonomi lokal berbasis sumber daya alam unggulan.
Baca juga: Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo di Banggai Seberat 870 Kg
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyinggung potensi lain di Sulawesi Tengah, seperti Durian unggul di Parigi Moutong yang kini dikenal sebagai “Emas Berduri”.
Ia juga mengungkapkan rencana pembukaan akses jalan baru dari Salubana di Kabupaten Sigi menuju Kabupaten Parigi Moutong untuk meningkatkan konektivitas dan distribusi hasil produksi antarwilayah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Velix Vernando Wangai, Dirjen Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Sigit Mustofa, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Staf Ahli Gubernur Bidang SDM, Pengembangan Kawasan dan Wilayah Ihsan Basir, Kepala Dinas Nakertrans Provinsi Sulawesi Tengah Arnold Firdaus, Kepala Dinas Bimatarung Faidul Keteng, Kepala Bidang Produksi Perkebunan dan Perlindungan Tanaman Simpra U. Tajang, Kepala Bidang Jalan Budi, Unsur ForKopimda Sigi, Para kepala OPD Kabupaten Sigi, Kepala Desa Lembantongoa. (*)
| Kepala BPK Sulteng Apresiasi Pelayanan Kantor Imigrasi Palu, Sebut Petugas Ramah dan Profesional |
|
|---|
| DPD PSI Poso Fishing Tournament 2026 Diikuti 228 Peserta, Perebutkan Total Hadiah Rp30 Juta |
|
|---|
| Perusahaan Tambang Sulteng Wajib Penuhi KTT, MOMI, dan RKAB Sekaligus |
|
|---|
| Reklamasi Pascatambang, Syarat Wajib Perusahaan Agar RKAB Diterbitkan |
|
|---|
| KTT Harus Bersertifikat POP, Ini Aturan di Sektor Tambang Sulteng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/gs-78a76-76asg-67ds0.jpg)