Parimo Hari Ini
Polres Parimo Ungkap Hampir Setiap Pekan Ada Tersangka Narkoba
Ia menyebutkan bahwa laporan masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan. Banyak pengungkapan diawali dari informasi warga.
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIMO - Kasus narkoba di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, terus menjadi perhatian aparat kepolisian setempat. Hampir setiap pekan ada pelaku ditangkap.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Kasat Narkoba Polres Parigi Moutong, Iptu Anugerah Sejahtera Tarigan, Sabtu (7/6/2025).
Baca juga: Daftar Harga Terbaru HP Vivo Juni 2025: iQoo Neo 10, Vivo X200 Ultra, Vivo V50, Vivo Y100 5G
Ia menegaskan penindakan terhadap narkoba dilakukan secara rutin.
Menurutnya, sebagian besar tersangka yang ditangkap merupakan pengguna.
Namun, aparat tetap menarget pengedar sebagai prioritas utama.
“Kita tetap utamakan penangkapan terhadap pengedar. Karena mereka yang membawa masuk barang haram ke Parigi,” ujar Tarigan, Kamis (5/6/2025).
Baca juga: Jalin Kerjasama Vokasi Dan Pemberdayaan, P2MI MoU Bersama Unisa dan UIN
Ia menambahkan, peran pengedar sangat besar dalam memicu penyebaran narkoba di masyarakat. Para pemakai dianggap sebagai dampak dari distribusi tersebut.
Dalam sepekan terakhir, setidaknya dua hingga tiga tersangka ditangkap, mereka didominasi oleh pengguna.
Kasus itu bukan yang pertama di tahun 2025. Penangkapan tersangka Narkoba hampir terjadi setiap minggu sejak awal tahun ini.
Baca juga: Cara Alami Menurunkan Kolesterol Tinggi Tanpa Obat
“Kalau soal jumlah totalnya, kami akan data kembali ya. Yang jelas, cukup banyak pengungkapan sepanjang 2025,” tutur Tarigan.
Ia menyebutkan bahwa laporan masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan. Banyak pengungkapan diawali dari informasi warga.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak takut melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait narkoba di lingkungannya.
“Kami harap masyarakat jangan takut. Tapi pastikan dulu informasi itu benar, jangan asal tuduh,” kata Tarigan.
Untuk itu, Polres Parimo terus mengintensifkan koordinasi dengan Polsek jajaran. Semua wilayah diminta sigap memantau peredaran narkoba.
"Arahan telah disampaikan ke seluruh personel, terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat kecamatan dan desa," tegasnya.
Selain itu kata dia, Polisi juga terus memperkuat kerja sama dengan aparat desa dan tokoh masyarakat guna mengidentifikasi titik rawan.
Sebab, tak jarang pelaku menggunakan rumah tinggal untuk menyimpan sabu dalam jumlah kecil. Modus ini menyulitkan pengawasan kasat mata.
Meski begitu, Satresnarkoba tetap optimistis kasus-kasus seperti ini dapat ditekan secara bertahap dengan kerja sama semua pihak.
“Kita akan terus berupaya. Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti, tentu dengan verifikasi yang akurat,” terang Tarigan.
Ia menegaskan, pemberantasan narkoba bukan sekadar penangkapan, tetapi juga menyelamatkan masa depan generasi muda Parimo.
Baca juga: Harga HP Infinix Juni 2025 Terbaru: Infinix GT 30 Pro, AI Gaming Phone Ini Dijual Hanya Rp 3,9 Juta
Narkoba dinilai sebagai ancaman nyata yang merusak mental dan fisik anak muda jika tidak ditangani serius oleh semua elemen.
Dia mengakui bahwa tantangan di lapangan cukup berat, apalagi sebagian pelaku merupakan jaringan antardaerah. Namun, komitmen tetap dijaga.
"Saya instruksikan semua anggota agar fokus memutus rantai peredaran narkoba di Parimo," tandasnya.(*)
Bertahun-tahun Pinjam Jamban Tetangga, Warga Desa Gangga Parigi Moutong Kini Punya MCK |
![]() |
---|
Dikukuhkan Jadi Ayah GenRe, Bupati Parigi Mourong Siap Dampingi Remaja dalam Lima Hak Dasar |
![]() |
---|
Pansus DPRD Parimo Keluarkan 10 Rekomendasi, Dorong Evaluasi Proyek hingga Tertib Aset Daerah |
![]() |
---|
Puslitbang Polri Evaluasi Kendaraan Dinas di Polres Parigi Moutong |
![]() |
---|
PLN ULP Parigi Umumkan Pemadaman Listrik Hari Ini Selasa 15 Juli 2025, Cek Lokasi Terdampak |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.