Amalan Sunnah Menjelang Tahun Baru Islam 1447 H, Lengkap dengan Doa dan Anjurannya
Di akhir tahun sebaiknya kita gunakan untuk melakukan refleksi diri terkait hal-hal yang telah kita lakukan selama setahun belakangan.
TRIBUNPALU.COM - Inilah beberapa amalan sunnah yang dianjurkan menjelang dan saat peringatan Tahun Baru Islam 1447 Hijriah.
Sebagaimana diketahui, Tahun Baru Islam diperingati setiap tanggal 1 Muharram.
Adapun bulan penutup dalam kalender Hijriah adalah bulan Dzulhijjah.
Saat ini, bertepatan dengan tanggal 18 Dzulhijjah 1446 Hijriah.
Bulan Dzulhijjah terdiri dari 29 atau 30 hari.
Sehingga 1 Muharram 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Kamis, 26 Juni 2025 atau Jumat, 27 Juni 2025.
Jika dihitung mulai hari ini, maka Tahun Baru Islam 1447 Hijriah sisa 12-13 hari lagi.
Di akhir tahun sebaiknya kita gunakan untuk melakukan refleksi diri terkait hal-hal yang telah kita lakukan selama setahun belakangan.
Memperbaiki dan mengurangi tindakan-tindakan tercela.
Dengan harapan, jika diberi umur panjang, kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Lantas apa saja yang bisa kita lakukan di awal tahun baru Islam nanti?
Berikut ada sejumlah amalan sunnah yang bisa dilakukan di bulan Muharram, antara lain:
1. Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun
Doa Akhir Tahun
Sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan Allah SWT sepanjang tahun yang telah berlalu, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa akhir tahun.
Veneer adalah cara termudah untuk mendapatkan senyum yang indah tanpa bayar mahal
Doa ini diucapkan pada akhir bulan Zulhijah, sebelum maghrib menjelang 1 Muharram.
Dengan membaca doa akhir tahun, kita memohon kepada Allah SWT agar segala amal baik yang telah kita lakukan diterima dan segala kesalahan kita diampuni.
Doa Awal Tahun
Setelah maghrib pada malam 1 Muharram, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa awal tahun.
Doa ini adalah permohonan kepada Allah SWT agar diberkahi dan dilindungi di tahun yang baru.
Dengan membaca doa awal tahun, kita berharap dapat menjalani tahun yang baru dengan lebih baik, penuh keberkahan, dan dalam lindungan-Nya.
2. Puasa
Puasa menjadi salah satu amalan yang paling sering dilakukan umat Islam.
Salah satu manfaat melakukan puasa yakni melatih kesabaran diri.
Melansir Kemenag Kalsel, berpuasa pada hari Asyura pada 10 Muharram ditambah puasa sehari sebelumnya yaitu puasa Tasu’a dan sehari setelahnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
"Puasa yang paling afdhol setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah al-Muharram." (HR.Muslim: 1982)
Hadits ini sangat jelas sekali bahwa puasa sunnah yang paling afdhol setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram.
Maksud puasa disini adalah puasa secara mutlak. Memperbanyak puasa sunnah pada bulan ini, utamanya ketika hari ‘Asyura (10 Muharram).
Maksud puasa disini adalah puasa secara mutlak. Memperbanyak puasa sunnah pada bulan ini, utamanya ketika hari ‘Asyura (10 Muharram).
Akan tetapi perlu diingat tidak boleh berpuasa pada seluruh hari bulan Muharram, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah berpuasa sebulan penuh kecuali pada Ramadhan saja, sebagaimana dalam Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim.
3. Bersedekah
Pada 10 Muharram diperingati dengan memperbanyak sedekah kepada kaum fakir miskin, sepuluh Muharram juga merupakan momen untuk bergembira dan mensyukuri nikmat yang Allah berikan.
4. Taubat
Dilansir dari Muslim, taubat adalah kembali kepada Allah dari perkara yang Dia benci secara lahir dan batin menuju kepada perkara yang Dia senangi.
Menyesali atas dosa yang telah lalu, meninggalkan seketika itu juga dan bertekad untuk tidak mengulanginya kembali.
Maka dari itu, tobat harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, mengintropeksi diri dan konsisten.
Selain itu, orang yang ingin bertobat juga harus mengikuti Rasulullah dalam semua tindakannya, seperti ucapan, pekerjaan dan ibadahnya.
قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Ali ‘Imran: 31).
Memperbarui Niat dan Tekad
Tahun baru adalah saat yang tepat untuk memperbarui niat dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Dengan niat yang tulus dan tekad yang kuat, kita dapat menjalani tahun yang baru dengan semangat yang lebih baik dan penuh optimisme.
Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan
Memperbaiki diri dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT adalah tujuan utama dari introspeksi diri.
Dengan menjadi lebih taat kepada Allah, kita diharapkan dapat menjalani kehidupan yang lebih berkah dan diridhai-Nya.
5. Mempererat Silaturahmi
Menyambut tahun baru dengan mempererat hubungan silaturahmi dengan keluarga, kerabat, dan tetangga adalah amalan yang sangat dianjurkan.
Silaturahmi dapat memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan di antara umat Islam.
Tahun baru juga adalah saat yang tepat untuk saling memaafkan dan bermaaf-maafan.
Dengan membersihkan hati dari rasa dendam dan kebencian, kita dapat menjalani tahun yang baru dengan hati yang lebih bersih dan damai.
Termasuk menjalin hubungan baik dengan sesama manusia adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Dengan menjalin hubungan baik, kita dapat menciptakan masyarakat yang harmonis dan damai.(*)
Artikel ini telah tayang di TribunnewsSultra.com
Maulid Nabi Muhammad SAW 2025: Jadwal, Hukum, dan Dasar Hukumnya dalam Syariat |
![]() |
---|
Harga Hiasan Telur Maulid di Kota Palu Bervariasi, Mulai Rp2.000 Hingga Rp400 Ribu |
![]() |
---|
Maulid Nabi 2025 Jatuh pada 5 September, Termasuk Libur Nasional |
![]() |
---|
Berikut Jadwal Lengkap, Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh Juli 2025 |
![]() |
---|
Promosi Tradisi Lokal, Wabup Donggala Sebut Pandiu Bulava Mpongeo Jadi Event Tahunan Wisata Budaya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.