Rabu, 8 April 2026

Trump dan Putin Siap Jadi Mediator Perundingan Damai Iran dan Israel

Sumber tersebut mengatakan Putin memulai panggilan telepon kepada Trump atas permintaan Iran.

Editor: Regina Goldie
X/Ayatollah Ali Khamenei/@khamenei_ir
PUTIN DAN KHAMENEI - Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) berjabat tangan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (tengah), yang ditemani mendiang Presiden Iran Ebrahim Raisi pada 20 Juli 2022. Pada 15 Juni 2025, Putin dikabarkan memperingatkan Khamenei bahwa kekuasannya di Iran dalam bahaya di tengah serangan Israel terhadap Iran. 

TRIBUNPALU.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan memberikan peringatan kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, di tengah serangan yang dilakukan Israel terhadap Iran.

Setelah melakukan panggilan telepon dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Putin memperingatkan Ali Khamenei tentang ancaman yang sedang menghadapinya, menurut sumber yang dilaporkan oleh Israel Hayom.

Sumber tersebut mengatakan Putin memulai panggilan telepon kepada Trump atas permintaan Iran.

"Rusia secara aktif terlibat dalam gerakan politik terkait perang antara Iran dan Israel," menurut laporan tersebut.

"Diketahui bahwa setelah percakapan antara Putin dan Trump, Putin memperingatkan Khamenei bahwa rezimnya dalam bahaya," lanjutnya.

Baca juga: Spoiler One Piece Chapter 1152,Pertarungan Epik Luffy vs Imu Dinanti Nakama

Laporan itu menyebutkan bahwa Putin memberitahu hasil pembicaraannya kepada Iran.

"Putin memberi tahu Khamenei tentang hasil pembicaraan tersebut dan menyarankannya untuk bergerak cepat menuju negosiasi. Selain itu, Putin memerintahkan evakuasi staf kedutaan Rusia dari Teheran," katanya.

Sebelumnya, dua pejabat AS mengatakan kepada Reuters, "Trump menentang rencana Israel untuk membunuh Pemimpin Tertinggi Iran dalam dua hari terakhir."

Sementara itu, Trump pada hari Minggu (15/6/2025), mengatakan ia dan Putin terbuka untuk menengahi perundingan antara Iran dan Israel.

"Dia (Putin) siap. Ia menelepon dan kami membahasnya secara panjang lebar," kata Trump membahas rencana tersebut, dalam wawancara dengan Rachel Scott dari ABC News pada hari Minggu.

Dalam wawancara tersebut, Trump meluruskan laporan baru-baru ini yang mencurigai keterlibatan AS dalam serangan Israel terhadap Iran.

Baca juga: Al Ghazali dan Alyssa Daguise Sah Jadi Suami Istri, Maskawinnya Logam Mulia dan Uang 2.025 Euro

"Amerika Serikat tidak terlibat dalam serangan militer Israel terhadap Iran, tetapi ada kemungkinan kami bisa terlibat," katanya.

Pernyataan tersebut menanggapi laporan bahwa Israel telah mendesak AS untuk bergabung dalam perang dengan Iran guna menghilangkan program nuklirnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved