Gencatan Senjata Israel dan Iran Resmi Dimulai, Harga Minyak Dunia Anjlok

Melalui platform media sosialnya, Truth Social, Trump menyampaikan bahwa kedua negara telah mencapai kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata.

Editor: Regina Goldie
Tribunnews/JEPRIMA
ILUSTRASI PERGERAKAN SAHAM - Pengunjung bermain hp dengan backround layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (21/5/2024). Gencatan senjata antara Israel dan Iran yang diumumkan Presiden Trump meredakan ketegangan pasar, membuat bursa saham naik dan harga minyak anjlok 

TRIBUNPALU.COM - Ketegangan di pasar global dilaporkan mulai mereda setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Iran.

Melalui platform media sosialnya, Truth Social, Trump menyampaikan bahwa kedua negara telah mencapai kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata penuh pada Selasa, 24 Juni 2025.

"Telah sepenuhnya disepakati oleh dan antara Israel dan Iran bahwa akan ada GENCATAN SENJATA yang Lengkap dan Total," tulis Trump di platform Truth Social miliknya, dilansir AFP.

Dalam cuitannya Trump menjelaskan gencatan senjata akan menjadi proses bertahap selama 24 jam yang dimulai sekitar pukul 04.00 GMT.

Dengan Iran menghentikan semua operasi secara sepihak, disusul dengan Israel yang nantinya akan mengikutinya 12 jam kemudian.

 “Secara resmi, Iran akan memulai GENCATAN SENJATA dan, pada Jam ke-12, Israel akan memulai GENCATAN SENJATA dan, pada Jam ke-24, AKHIR RESMI PERANG 12 HARI akan disambut oleh Dunia. Selama setiap GENCATAN SENJATA, pihak lain akan tetap DAMAI dan HORMAT," tulis presiden.

"Ini adalah perang yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun dan menghancurkan seluruh Timur Tengah, tetapi itu tidak terjadi dan tidak akan pernah terjadi!" kata Trump.

Kendati pihak Iran maupun Israel belum memberikan komentar terkait kemungkinan adanya gencatan senjata, namun pernyataan Trump sukses meredakan ketegangan pasar keuangan global.

Pasar Saham Naik

Ketegangan tersebut mereda ditandai dengan pergerakan positif pasar keuangan, seperti saham-saham dunia yang melonjak tajam, sementara harga minyak mentah anjlok drastis pada perdagangan Selasa pagi.

Mengutip laporan CNA, Indeks saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, berakhir menguat lantaran Dow Jones Industrial Average (DJI), naik 374,96 poin atau 0,89 persen, menjadi 42.581,78.

Disusul lonjakan bursa S&P 500 (SPX) melesat 57,33 poin atau 0,96 persen menjadi 6.025,17; dan Nasdaq Composite (IXIC) naik 183,57 poin atau 0,94 persen menjadi 19.630,98.

Hal serupa terjadi di perdagangan bursa Eropa, dimana EURO STOXX 50 melesat lebih dari 1 persen dan bursa Inggris (FTSE) ikut menguat ke zona hijau.

Sementara Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,8 persen diikuti dengan pergerakan Nikkei Jepang yang menguat 1,3 persen.

Para investor menilai bahwa risiko perang skala besar antara Iran dan Israel telah menurun ketika gencatan senjata diumumkan, artinya risiko perang besar antara Iran dan Israel bisa dicegah.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved