Rabu, 27 Mei 2026

Morowali Hari Ini

Produksi 13 Ribu Ton Aluminium Sehari, PT HCAI Beri Transfer Knowledge ke Pekerja Lokal

Perusahaan yang bergerak di bidang produksi electrolytic aluminium dan anoda ini diketahui memiliki kapasitas produksi hingga 13.000 ton aluminium.

Tayang:
Penulis: Robit Silmi | Editor: Fadhila Amalia
Robit/TribunPalu.com
MOROWALI - Tak hanya fokus pada produksi skala besar, PT Hua Chin Aluminum Indonesia (HCAI) juga berkomitmen melakukan transfer pengetahuan kepada tenaga kerja lokal yang bekerja di pabrik mereka di Kawasan Industri IMIP, Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Tak hanya fokus pada produksi skala besar, PT Hua Chin Aluminum Indonesia (HCAI) juga berkomitmen melakukan transfer pengetahuan kepada tenaga kerja lokal yang bekerja di pabrik mereka di Kawasan PT IMIP, Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Perusahaan yang bergerak di bidang produksi electrolytic aluminium dan anoda ini diketahui memiliki kapasitas produksi hingga 13.000 ton aluminium ingot per hari. 

Produk tersebut dihasilkan melalui 350 tungku peleburan bersuhu tinggi hingga 1.200 derajat Celsius, dengan sistem kendali komputer dan daya listrik mencapai 5.000 volt.

Baca juga: OJK Sulteng Menunggu Keputusan Pusat Untuk Tindaklanjut Kasus OMC di Palu

“Di sini kami sudah mulai lakukan transfer ilmu pengetahuan, terutama dalam hal operasional komputerisasi kepada pekerja lokal,” kata Candra, penerjemah perusahaan saat mendampingi perwakilan manajemen PT HCAI, Senin (7/7/2025).

Dalam proses produksinya, PT HCAI menerapkan prinsip ramah lingkungan. 

Limbah yang dihasilkan dari proses elektrolisis bauksit tidak dibuang sia-sia, melainkan tetap dimanfaatkan hingga tidak menyisakan residu.

Selain itu, cerobong udara yang ada di area pabrik dilengkapi filter khusus. 

Baca juga: 9 Juli 2025 Memperingati Hari Apa? Ada Hari Satelit Palapa dan Hari Fashion Internasional

“Udara yang dikeluarkan bukan asap, tapi hanya hawa panas. Jadi sama sekali tidak berbahaya,” jelas Candra.

Produk aluminium ingot yang dihasilkan PT HCAI dijual dalam bentuk batangan untuk kebutuhan industri. 

Konsumen kemudian mengolahnya menjadi produk jadi seperti alat-alat rumah tangga dan peralatan lainnya. 

Pasar pemasaran pun tidak hanya dalam negeri, tetapi juga ekspor ke berbagai negara seperti, Amerika, Vietnam, Jepang, China dan Singapura.

Baca juga: BPD dan Pemdes Kalukubula Gagas Perdes Inisiatif Cegah Kekerasan Seksual

Menariknya, kawasan produksi PT HCAI memiliki medan magnet yang cukup kuat, sehingga penggunaan perangkat elektronik seperti ponsel dan jam tangan analog dilarang di area tertentu. 

Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas dan keamanan sistem produksi.

Sebagai salah satu tenant di Kawasan Industri PT IMIP yang kini menampung sekitar 32 perusahaan dalam area seluas 200 hektar, PT HCAI tak hanya berkontribusi pada sektor industri, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal.

“Kami berharap pekerja lokal ke depannya bisa lebih mandiri dalam menjalankan teknologi yang ada,” pungkas Candra.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved