Fenomena Aphelion

Ternyata Fenomena Aphelion Bukan Penyebab Suhu Dingin di Indonesia, Cek Faktanya

Setiap tahunnya Bumi berada pada jarak terdekat dengan Matahari yang disebut Perihelion. Ini terjadi pada bulan Januari.

|
Editor: Fadhila Amalia
Shutterstock
ILUSTRASI SUHU DINGIN - Fenomena Aphelion merupakan fenomena yang ternyata bukan penyebab suhu terasa lebih dingin di Indonesia. 

TRIBUNPALU.COM - Fenomena Aphelion merupakan fenomena yang ternyata bukan penyebab suhu terasa lebih dingin di Indonesia.

Lantas apa itu Aphelion

Aphelion merupakan fenomen dimana posisi Bumi berada pada titik terjauh dengan Matahari.

Hal ini dikarenakan orbit Bumi tidak sepenuhnya lingkaran sempurna, melainkan berbentuk elips dengan kelonjongan sekitar 1/60.

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Jumat 11 Juli 2025: Aries Balas Cinta Sepenuhnya, Aquarius Jaga Pikiranmu

Setiap tahunnya Bumi berada pada jarak terdekat dengan Matahari yang disebut Perihelion. Ini terjadi pada bulan Januari.

Kemudian, Bumi juga berada pada jarak terjauh dari Matahari yang disebut sebagai Aphelion. Ini terjadi setiap bulan Juli.

Suhu Dingin Bukan Disebabkan Aphelion

Menurut Andi Pangerang, suhu dingin yang terjadi belakangan ini tidak disebabkan oleh Aphelion

Suhu dingin pada pagi hari yang terjadi belakangan ini sampai nanti bulan Agustus merupakan hal biasa yang terjadi pada musim kemarau.

Suhu dingin ini disebabkan karena tutupan awan yang sedikit sehingga tidak ada panas dari permukaan bumi (yang diserap dari cahaya Matahari dan dilepaskan pada malam hari) yang dipantulkan kembali ke permukaan Bumi oleh awan.

Mengingat posisi Matahari saat ini berada di belahan utara, maka tekanan udara di belahan Utara lebih rendah dibanding belahan Selatan yang mengalami musim dingin. 

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Jumat 11 Juli 2025: Aries Balas Cinta Sepenuhnya, Aquarius Jaga Pikiranmu

Oleh karenanya, angin bertiup dari arah Selatan menuju Utara dan saat ini angin yang bertiup dari arah Australia yang memang mengalami musim dingin.

Dampak yang ditimbulkan adalah efek penurunan suhu, khususnya di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang terletak di selatan Khatulistiwa.

Fenomena Aphelion juga tidak mempengaruh panas bumi yang diterima Bumi meski Matahari berada di posisi terjauh.

Baca juga: Fenomena Aphelion Berada di Titik Terjauh dari Matahari, Simak Dampaknya untuk Bumi

Hal ini karena panas dari Matahari terdistribusi ke seluruh Bumi, dengan distribusi yang paling signifikan mempengaruhi disebabkan oleh pola angin.

Mengingat saat ini angin bertiup dari arah Selatan yang musim dingin, maka kita akan merasakan suhu yang lebih dingin.

Jadi, secara umum tidak ada dampak yang signifikan terhadap Bumi akibat fenomea Aphelion.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved