Fenomena Aphelion
Benarkah Penyebab Suhu Dingin di Indonesia Saat Ini Lantaran Fenomena Aphelion?
Bumi mengelilingi Matahari tidak dalam jalur yang benar-benar bulat melainkan dalam lintasan berbentuk lonjong atau elips.
TRIBUNPALU.COM - Fenomena Aphelion saat ini ramai diperbincangkan sebagai penyebab cuaca dan suhu dingin yang terjadi di Indonesia saat ini.
Fenomena Aphelion merupakan fenomena astronomis terjadi setahun sekali pada bulan Juli.
Momen Bumi berada di jarak paling dekat dengan Matahari disebut fenomena Perihelion.
Bumi mengelilingi Matahari tidak dalam jalur yang benar-benar bulat melainkan dalam lintasan berbentuk lonjong atau elips.
Oleh sebab itu, ada waktu-waktu tertentu, Bumi berada lebih dekat dengan Matahari bahkan berada di titik paling jauh dengan sang Surya.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Hari Ini, 13 Juli 2025 di Sulawesi Tengah, 7 Daerah Ini Hujan Ringan
Pada saat aphelion terjadi, posisi Bumi memang berada pada titik jarak terjauh dari Matahari yaitu sekitar 152 juta kilometer.
Sementara rata-rata jarak Bumi ke Matahari sekitar 150 juta kilometer.
Meski jaraknya lebih jauh, manusia tidak akan merasakan perubahan suhu yang drastis karena musim di Bumi tidak ditentukan oleh jarak dari matahari.
Namun, musim di Bumi ditentukan oleh kemiringan sumbu rotasi bumi sekitar 23,5 derajat.
Inilah alasan ketika Aphelion terjadi di awal Juli, belahan Bumi utara mengalami musim panas, sedangkan belahan Bumi selatan mengalami musim dingin.
Sementarra itu, perubahan musim tidak terasa terlalu ekstrem terjadi di Indonesia karena berada di dekat garis khatulistiwa.
Lantas, benarkah fenomena Aphelion jadi penyebab suhu dingin yang tengah melanda beberapa wilayah di Indonesia?
Jawabannya, tidak. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, fenomena aphelion bukanlah penyebab dari cuaca dan suhu dingin di Indonesia.
Baca juga: Promosi ke Liga 1, Bhayangkara FC Datangkan Tandem Lionel Messi di Inter Miami
Menurut BMKG, fenomena aphelion tahun 2025 tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap penurunan suhu di permukaan bumi.
Melainkan pola alamiah bumi mengelilingi matahari yang terjadi tiap tahunnya di bulan-bulan puncak musim kemarau (Juli-September).
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.