Kamis, 30 April 2026

Konflik Israel-Iran Bisa Melebar ke Lebanon dan Suriah

Pernyataan tegas ini datang hanya beberapa hari setelah tercapainya gencatan senjata yang dimediasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Tayang:
Editor: Regina Goldie
khaberni/tangkap layar
KONFLIK ISRAEL IRAN - Ketegangan antara Israel dan Iran kembali memuncak.  

“Jika mereka berani melancarkan serangan lagi, kami akan melaksanakan rencana itu. Bahkan Amerika sekalipun tidak akan mampu menyelamatkan Netanyahu,” tegasnya.

Awan Perang Masih Menggantung di Timur Tengah

Gencatan senjata yang berlaku saat ini belum cukup untuk meredam kekhawatiran akan potensi konflik lanjutan.

Salah satu titik panas dalam ketegangan Israel-Iran adalah program nuklir Iran.

Laporan intelijen Barat menyebut bahwa persediaan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran bisa cukup untuk membuat beberapa senjata nuklir hanya dalam hitungan minggu.

Iran tetap menegaskan bahwa program nuklirnya ditujukan untuk kepentingan energi dan medis.

Namun serangan udara gabungan Israel-AS terhadap fasilitas nuklir Iran bulan lalu telah memperburuk persepsi internasional dan menimbulkan kecemasan baru akan potensi perlombaan senjata di kawasan.

Pengamat militer memperingatkan bahwa situasi saat ini sangat rapuh.

Jika provokasi terus berlanjut, bukan tidak mungkin konflik ini akan berubah menjadi perang regional terbuka yang melibatkan kelompok bersenjata pro-Iran di Lebanon, Suriah, Irak, dan Yaman.

Dua Arah Masa Depan: Diplomasi atau Perang

Profesor Ilmu Politik dari Universitas Teheran, Naser Hadian, dalam sebuah diskusi publik mengungkapkan bahwa situasi pasca-konflik saat ini berada di persimpangan krusial.

“Ada dua kemungkinan yang sama kuat. Pertama, seluruh pihak menyadari kelelahan akibat konflik dan memilih diplomasi. Ini bisa menjadi momentum untuk mendorong kesepakatan non-agresi atau bahkan pakta stabilitas kawasan,” jelas Hadian.

Namun ia juga mengingatkan, ancaman perang baru tetap membayangi.

Kalau opsi kedua yang terjadi, maka perang jilid dua hanya soal waktu.

Retorika dari kedua belah pihak menunjukkan bahwa konflik ini belum selesai. Baik Israel maupun Iran merasa masih memiliki agenda yang belum tercapai.

Damai Masih Jauh, Ancaman Nyata

Meski peluru dan rudal untuk sementara telah berhenti, kata-kata yang dilontarkan para pemimpin Israel dan Iran menunjukkan bahwa bara konflik belum benar-benar padam. (*)

Sumber: Tribunnews.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved