Fenomena Aphelion

Benarkah Penyebab Suhu Dingin di Indonesia Saat Ini Lantaran Fenomena Aphelion?

Bumi mengelilingi Matahari tidak dalam jalur yang benar-benar bulat melainkan dalam lintasan berbentuk lonjong atau elips.

Editor: Fadhila Amalia
Pixabay
FENOMENA APHELION - Momen Bumi berada di jarak paling dekat dengan Matahari disebut fenomena Perihelion. Bumi mengelilingi Matahari tidak dalam jalur yang benar-benar bulat melainkan dalam lintasan berbentuk lonjong atau elips. 

Fenomena ini menjadikan bukti bahwa teraturnya alam semesta bekerja, dengan bumi yang melaju pada orbitnya walau saat berada di titik terjauh dari matahari.

Sementara itu, lanjut BMKG, ada tiga faktor penyebab cuaca dingin yang kini dirasakan.

Pertama, saat ini indonesia sedang memasuki musim kemarau yang ditandai dengan dominasi angin timuran atau Monsoon Australia.

Munculnya angin Monsoon atau angin muson biasanya ditandai dengan curah hujan yang tinggi.

Angin ini bersifat kering dan membawa udara dingin dari Benua Australia ke wilayah Indonesia, terutama bagian selatan khatulistiwa.

Penyebab kedua, dikutip dari akun Instagram BMKG, adalah langit cerah di malam hari.

Baca juga: Amirudin Apresiasi Pengabdian Amura Palu, Janji Bakal Sampaikan Permintaan Warga Ke Wali Kota Palu

Langit yang cerah di malam hari cenderung dapat mempercepat radiasi balik atau pelepasan panas dari permukaan bumi ke atmosfer.

Akibatnya, adalah penurunan suhu permukaan secara signifikan yang terjadi pada pagi hari.

Penyebab terjadi suhu dingin ketiga adalah hujan sporadis dan awan dingin.

Hujan yang terjadi secara tidak merata di beberapa tempat dalam waktu singkat (hujan sporadis) dapat membawa massa udara dingin dari awan ke permukaan bumi.

Baca juga: 26 Bintara Baru Polres Banggai Jalani Pendidikan Moral dan Fisik

Selain itu, tutupan awan juga dapat menghambat pemanasan sinar matahari pada siang hari.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved