Tolitoli Hari Ini
Pemkab Tolitoli Uji Coba 5 Hari Sekolah Jenjang SMP, SD dan TK
Aturan itu untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pembelajaran.
TRIBUNPALU.COM, PALU - Bupati Tolitoli Amran H Yahya menerbitkan surat edaran untuk uji coba lima hari belajar jenjang SMP, SD dan TK/PAUD.
Surat edaran nomor 045/49/Bag.Pem tentang penerapan lima hari belajar untuk jenjang SMP, SD dan PAUD di Kabupaten Tolitoli tersebut diterapkan selama tiga bulan.
Terhitung dari 21 Juli hingga 21 September 2025
Aturan itu untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pembelajaran, memberikan waktu istrirahat yang cukup untuk peserta didik dan pendidik.
Dalam surat itu juga diatur jadwal masuk, istirahat dan pulang peserta didik.
Baca juga: Legislator Jemi Yusuf Tagih Penyelesaian 2 Proyek Nasional Mangkrak di Tolitoli
Adapun jadwalnya:
- Jenjang SMP
Senin-Kamis
Masuk pukul 07.00 Wita- Pulang pukul 14.45 Wita
Jumat
Masuk pukul 07.00 Wita - Pulang 11.10 Wita
- Jenjang SD
Senin-Kamis
Masuk pukul 07.00 Wita-Pulang pukul 13.50 Wita
Jumat
Masuk pukul 07.00 Wita - Pulang 10.45 Wita
- Jenjang TK/PAUD
Senin-Kamis
Masuk pukul 08.00 Wita-Pulang 11.30 Wita
Jumat
Masuk pukul 08.00 Wita-pulang 10.30 Wita.
Baca juga: Wamen Ossy Sampaikan Lima Pilar Sebagai Rujukan Strategi Komunikasi Publik Kementerian ATR/BPN
Prinsip Umum Jam Pelajaran SD dan SMP
Saat ini, Indonesia sedang dalam masa transisi menuju implementasi Kurikulum Merdeka.
Meskipun demikian, struktur jam pelajaran tetap memiliki standar tertentu.
Untuk Satuan Pendidikan SD (Sekolah Dasar), durasi per jam pelajaran umumnya 35 menit.
Jumlah jam pelajaran per minggu bervariasi tergantung kelas.
Kelas I: Sekitar 28-30 jam pelajaran per minggu (termasuk alokasi untuk projek penguatan profil pelajar Pancasila).
Kelas II: Sekitar 30-32 jam pelajaran per minggu.
Kelas III-V: Sekitar 34-36 jam pelajara per minggu.
Kelas VI: Sekitar 32 jam pelajaran per minggu (karena asumsi minggu efektif belajar yang lebih sedikit di kelas VI).(*)
| Perjuangkan WPR 99,25 Hektar di Oyom, KPR Arung Ponggawa Sebut Perizinan Sudah Ada Sejak 2021 |
|
|---|
| Dua Tahun Insentif Kader Posyandu di Baolan Tolitoli Tak Cair, Anggota DPRD Desak Perhatian Pemda |
|
|---|
| Rapat Warga Desa Oyom dan ESDM Sulteng Bahas IPR, Berikut Hasil Kesepakatan Dua Pihak |
|
|---|
| Lakpesdam NU Tolitoli Soroti Putusan MK soal Kewenangan BPK Tetapkan Kerugian Negara |
|
|---|
| Warga Desa Oyom Bakal Datangi Dinas ESDM Sulteng, Tagih Janji Kabid Minerba Soal Realisasi PR |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/siswa-kelas-6-sdn-lolu-kabupaten-sigi-belajar-di-lantai-karena-meja-dan-kursi-hancur.jpg)