Kamis, 21 Mei 2026

Parigi Moutong Hari Ini

Pedagang di Parigi Moutong Minta Pasar Lama dan Sentral Disatukan

Ia menilai pembagian lokasi tersebut tidak ideal untuk wilayah kota yang belum terlalu padat penduduknya.

Tayang:
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
FAAIZ / TRIBUNPALU.COM
PASAR SENTRAL PARIMO - Pedagang di Pasar Sentral Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, meminta pemerintah daerah menyatukan kembali pusat aktivitas jual beli yang saat ini terbagi di dua lokasi. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIMO – Pedagang di Pasar Sentral Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, meminta pemerintah daerah menyatukan kembali pusat aktivitas jual beli yang saat ini terbagi di dua lokasi.

Menurut mereka, keberadaan dua pasar dalam wilayah kota Parigi menyebabkan pembeli terpecah dan berdampak pada penurunan pendapatan pedagang.

Muni, penjual ikan di Pasar Sentral Parigi, mengatakan saat ini banyak pedagang ikan memilih berjualan di pasar lama yang terletak di Jalan Pacuan Kuda, Kelurahan Bantaya, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

“Pasar ikan sekarang terbagi dua. Sebagian di sini, sebagian lagi di pasar lama. Akibatnya pembeli juga terbagi. Mereka pilih yang lebih dekat,” kata Muni, Jumat (1/8/2025).

Baca juga: TAPD dan DPRD Banggai Proyeksikan Belanja Daerah di KUPA PPASP Capai Rp3,3 Triliun

Ia menilai pembagian lokasi tersebut tidak ideal untuk wilayah kota yang belum terlalu padat penduduknya.

“Masyarakat Parigi ini masih kecil, belum cukup  dua pasar. Harusnya kita disatukan saja supaya ramai,” ujarnya.

Menurut Muni, jika seluruh aktivitas jual beli dipusatkan di Pasar Sentral, maka transaksi bisa lebih efisien dan merata.

“Kalau semua ada di sini, pembeli bisa langsung belanja ikan, sayur, dan lainnya," jelasnya.

Muni juga menyoroti kondisi lingkungan pasar, terutama di area penjualan ikan yang dinilainya kurang terawat.

“Drainase tersumbat terus. Saya sendiri yang bersihkan. Yang lain dibiarkan begitu saja, penuh sampah,” ucapnya.

Baca juga: Wagub Sulteng: Berobat Gratis Itu Nyata dengan Program BERANI Sehat

Ia meminta agar program Jumat bersih dari pemerintah benar-benar menyasar bagian dalam pasar, bukan hanya area luar.

“Yang dibersihkan selama ini cuma bagian luar. Di dalam sini justru yang kotor dan becek,” kata Muni.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved