Minggu, 3 Mei 2026

OPINI

Zakat Fitrah Menjadi Ritual Pengembalian Manusia pada Fitrahnya

Zakat Fitrah itu bukan sekadar bantuan sosial. Ia adalah ritual penyucian diri setelah sebulan penuh menjalani Puasa Ramadan.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: mahyuddin
Handover
OPINI - Aslamuddin Lasawedy, Pemerhati masalah Ekonomi, Budaya dan Politik. Penuli Opini berjudul Zakat Fitrah Menjadi Ritual Mengembalikan Manusia pada Fitrahnya 

Ia justru dirancang sebagai bantuan konsumsi langsung, yang tujuannya agar setiap orang yang tidak mampu dapat merayakan Idulfitri.

Karena itu, Zakat Fitrah memiliki dimensi simbolik yang kuat, yang memastikan bahwa pada hari kemenangan atau idul Fitri, tidak ada seorang pun yang sedih dan menderita, lantaran dapurnya tidak mengepul

Saat hari Idulfitri tiba, masjid-masjid penuh oleh takbir yang menggema.

Namun kemenangan yang sesungguhnya tidak hanya terjadi di sajadah. Ia juga terjadi di dapur-dapur kecil seperti milik Rahma.

Di sana, nasi yang dimasak dari Zakat Fitrah menjadi simbol bahwa spiritualitas tidak berhenti pada doa.

Ia menjelma menjadi roti, menjadi nasi, menjadi kehidupan.

Dan...

Pada akhirnya, zakat fitrah mengajarkan satu hal sederhana pun radikal, bahwa kesucian manusia tidak hanya diukur pada seberapa lama ia beribadah.

Pun juga diukur dari seberapa ringan tangannya memberi.

Karena di hadapan Tuhan, mungkin yang paling suci bukanlah yang paling banyak memiliki, melainkan mereka yang paling mampu melepaskan. Iya gak ? Weleh, weleh, weleh.(*)

Sumber: Tribun Palu
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved