20 Agustus 2025 Peringati Hari Nyamuk Sedunia: Ini Sejarah Singkatnya
Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles.
TRIBUNPALU.COM - Setiap tanggal memiliki momen penting, salah satunya adalah tanggal 20 Agustus yang diperingati sebagai Hari Nyamuk Sedunia.
Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengendalian nyamuk di lingkungan sekitar.
Hari Nyamuk Sedunia dijadikan momen penting karena nyamuk merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia.
Hewan kecil ini sudah menjadi vektor penyakit sejak abad ke-19 dan masih menjadi ancaman kesehatan utama, khususnya di negara-negara tropis dan beriklim sedang.
Baca juga: Bahasa Dampelas Masuk Ajang Pemuda Pelopor, Opick Delian Dorong Semangat Pelestarian Budaya Lokal
Penyakit-penyakit ini dapat berdampak serius pada kesehatan manusia jika tidak segera dicegah dan dikendalikan.
Lebih jauh, nyamuk mengalami metamorfosis sempurna dalam empat tahap, yakni dari telur, larva (jentik), pupa, hingga menjadi nyamuk dewasa.
Tahapan inilah yang menjadi fokus utama dalam upaya pengendalian nyamuk, misalnya dengan cara pemberantasan jentik-jentik nyamuk di genangan air yang dapat menjadi sarang perkembangbiakan mereka.
Hari Nyamuk Sedunia diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih dan bebas dari sarang nyamuk, sehingga risiko penularan penyakit dapat diminimalisir.
Kedekatan manusia dan nyamuk dapat dikatakaan sebagai bentuk simbiosis parasitisme.
Nyamuk dapat menggigit, mengisap darah manusia, menularkan penyakit dan bahkan dapat menyebabkan kematian bagi manusia.
Sejarah Singkat Hari Nyamuk Sedunia
Tanggal 20 Agustus diperingati sebagai Hari Nyamuk Sedunia.
Menurut Kemenkes, hari tersebut ditandai secara global sebagai hari penemuan Sir Ronald Ross pada 1897, tentang nyamuk Anopheles betina yang dapat menularkan penyakit malaria ke manusia.
Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles.
Tetapi, perlu digarisbawahi, sejak dulu nyamuk telah menjadi hewan yang berbahaya dan menyebabkan kematian.
Pada 1877, nyamuk pertama yang membawa penyakit adalah dari spesies nyamuk Culex.
Baca juga: Longki Djanggola Siap Kawal Sengketa Lahan di Rio Pakava Donggala hingga Pusat
Nyamuk Culex menyebarkan penyakit karena membawa cacing gelang filaria pada manusia.
Kemudian ada peneliti lain dari Prancis, Italia, Rusia, dan Amerika Serikat beralih ke penelitian penyakit malaria.
Malaria disebabkan oleh nyamuk juga, dan biasanya terdapat di negara-negara tropis dan beriklim sedang.
Kemudian pada 1894, ada seorang petugas medis di India mencoba meneliti mengenai nyamuk tersebut.
Setelah ada berbagai penelitian tentang nyamuk, kemudian pada 1897, ditemukan lagi nyamuk bernama Anipheles yang juga menyebabkan penyakit malaria.
Pada akhirnya, tanggal 20 Agustus 1897, ditetapkan Hari Nyamuk Sedunia.
London School of Hygiene and Tropical Medicine kemudian menamai 20 Agustus Hari Nyamuk Sedunia, untuk menandai pentingnya menyadari tentang bahaya nyamuk yang dirayakan setiap tahun.
Pada perayaan Hari Nyamuk Sedunia, biasanya ditandai dengan melakukan beberapa pencegahan untuk mengatasi bahaya dari penyakit yang disebabkan oleh nyamuk.
Dari peringatan Hari Nyamuk Sedunia ini diharapkan adanya peningkatan kesadaran kita untuk memerangi nyamuk sebagai makhluk yang berbahaya.
Cara Merayakan Peringatan Hari Nyamuk Sedunia
Berikut beberapa cara merayakan atau memperingati Hari Nyamuk Sedunia:
Edukasi & Kampanye Kesehatan
Mengadakan seminar, penyuluhan, atau diskusi di sekolah, kampus, dan masyarakat tentang bahaya penyakit akibat nyamuk.
Membagikan poster, brosur, atau konten media sosial mengenai pencegahan malaria dan DBD.
Gerakan Bersih-Bersih Lingkungan
Gotong royong membersihkan selokan, tempat air tergenang, dan lingkungan sekitar rumah agar tidak jadi sarang nyamuk.
Menguras, menutup, dan mengubur (3M) barang bekas yang bisa menampung air.
Kegiatan Simbolis & Kreatif
Membuat lomba poster, komik, atau video pendek tentang cara mencegah gigitan nyamuk.
Mengadakan aksi teatrikal atau drama kecil tentang bahaya malaria/DBD.
Kampanye Perlindungan Diri
Membagikan kelambu, lotion anti-nyamuk, atau fogging di daerah rawan.
Baca juga: KPID dan Balmon Palu Perkuat Sinergi Pengawasan, Dorong Radio Jadi Benteng Lawan Hoaks di Sulteng
Memberi penyuluhan tentang pentingnya memakai pakaian tertutup di daerah endemis.
Dukungan Penelitian & Donasi
Mendukung penelitian vaksin malaria atau inovasi pemberantasan nyamuk.
Menggalang dana untuk membantu daerah endemis malaria atau DBD.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| BPOM Dukung Label Nutri-Level di Minuman Kemasan, Bantu Kendalikan Konsumsi GGL |
|
|---|
| Peternak Sulteng Diminta Tingkatkan Kebersihan Kandang Jelang Idul Adha |
|
|---|
| Jelang Idul Adha 2026, Disbunak Sulteng Ingatkan Peternak Waspada PMK |
|
|---|
| 120 Sapi Kurban Akan Dikirim ke Luar Daerah, Instalasi Karantina Sulteng Siap Tampung 400 Ekor |
|
|---|
| Badan Karantina Indonesia Pastikan Sapi Kurban Sulteng Dipasok ke Luar Daerah Bebas PMK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-nyamuk-11.jpg)