Minggu, 10 Mei 2026

Kalender September 2025: Weton Jawa, Tanggal Hijriyah, dan Libur Nasional

Sepanjang bulan September 2025, terdapat satu hari libur nasional yang diperingati secara resmi, yaitu pada tanggal 5 September.

Tayang:
Editor: Fadhila Amalia
Kemenag.go.id
KALENDER SEPTEMBER 2025 - Bulan September 2025 merupakan bulan kesembilan dalam kalender Masehi dengan jumlah total 30 hari. Bulan ini menjadi periode penting bagi masyarakat yang mengacu pada kalender tradisional maupun kalender Islam untuk menentukan berbagai kegiatan. 

TRIBUNPALU.COM - Bulan September 2025 merupakan bulan kesembilan dalam kalender Masehi dengan jumlah total 30 hari.

Bulan ini menjadi periode penting bagi masyarakat yang mengacu pada kalender tradisional maupun kalender Islam untuk menentukan berbagai kegiatan.

Sepanjang bulan September 2025, terdapat satu hari libur nasional yang diperingati secara resmi, yaitu pada tanggal 5 September.

Hari tersebut bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang merupakan hari kelahiran Nabi Muhammad dan diperingati oleh umat Islam di seluruh Indonesia.

Baca juga: 20 Agustus 2025 Peringati Hari Nyamuk Sedunia: Ini Sejarah Singkatnya

Selain kalender Masehi, kalender Jawa juga masih digunakan oleh sebagian masyarakat sebagai acuan dalam menentukan hari baik, ritual adat, dan kegiatan tradisional.

Kalender Jawa pada bulan September 2025 bertepatan dengan bulan Mulud 1959 Dal dan Bakda Mulud 1959 Dal.

Kalender Hijriyah juga menjadi pegangan penting bagi umat Muslim.

Berdasarkan kalender Hijriyah Indonesia yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, bulan September 2025 bertepatan dengan bulan Rabiul Awal hingga Rabiul Akhir 1447 Hijriyah.

Tanggal 1 September 2025 bertepatan dengan 8 Rabiul Awal 1447 Hijriyah, sedangkan tanggal 30 September 2025 bertepatan dengan 8 Rabiul Akhir 1447 Hijriyah.

Hal ini penting untuk mengetahui waktu ibadah dan perayaan keagamaan selama bulan tersebut.

Hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momen penting bagi umat Islam untuk memperingati kelahiran Nabi dan meningkatkan pemahaman tentang ajaran Islam.

Peringatan ini biasanya diisi dengan kegiatan keagamaan seperti pengajian, zikir, dan doa bersama.

Penggunaan kalender Jawa dan kalender Hijriyah dalam keseharian masyarakat Indonesia menambah kekayaan budaya dan keanekaragaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Bahasa Dampelas Masuk Ajang Pemuda Pelopor, Opick Delian Dorong Semangat Pelestarian Budaya Lokal

 

Keduanya juga sering dijadikan acuan dalam penentuan tanggal penting seperti pernikahan, panen, atau acara adat.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved