Dari Morowali untuk Aceh: Mesin Semprot Lumpur dan Harapan yang Kembali Menyala
Kini, di rumah-rumah warga dan lingkungan pondok pesantren yang perlahan dibersihkan, suara mesin semprot berpadu dengan doa.
TRIBUNPALU.COM - Lumpur masih membekas di lantai-lantai rumah warga Gampong Tanjong Ulim, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya.
Pascabanjir, pekerjaan paling berat justru dimulai: membersihkan rumah, perabot, dan ruang hidup yang tertutup endapan lumpur tebal.
Di tengah keterbatasan, bantuan yang datang dari jauh terasa begitu dekat di hati masyarakat.
Di gampong dengan sekitar 750 warga terdampak, bantuan dari PT Hengjaya Mineralindo, perusahaan yang berpusat di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menjadi pemantik awal pemulihan.
Mesin semprot bertenaga kuat menjadi alat paling dibutuhkan untuk mengangkat lumpur yang mengeras di lantai rumah.
Bersama kereta sorong, sekop, dan cangkul, warga bahu-membahu membersihkan lingkungan.
Bantuan pangan turut menopang kebutuhan dasar selama masa pemulihan.
Baca juga: Hengjaya Mineralindo Dorong Pemanfaatan Limbah Baglog Jamur Jadi Pestisida Nabati di Morowali
Keuchik Gampong Tanjong Ulim, Yushadi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian yang diberikan.
“Membersihkan lumpur pascabanjir sangat berat bagi warga kami. Bantuan dari PT Hengjaya Mineralindo ini sangat membantu, terutama mesin semprot untuk membersihkan lantai rumah, juga kereta sorong, sekop, cangkul, dan bahan pangan. Kami benar-benar berterima kasih,” ujar Yushadi.
Bantuan juga disalurkan PT Hengjaya Mineralindo untuk pendidikan keagamaan.
Pondok Pesantren Rayatul Quran di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, menjadi lokasi yang terdampak paling parah.
Lumpur banjir sempat merendam kawasan pondok hingga sekitar 1,5 meter, merusak kasur santri, kitab, serta berbagai peralatan belajar.
Pimpinan Pondok Pesantren Rayatul Quran, Ustadz Zainuddin, Lc, menyampaikan bahwa bantuan peralatan pembersih dari PT Hengjaya Mineralindo sangat membantu proses pemulihan pondok pesantren.
“Lumpur masuk hampir ke seluruh area pondok, bahkan mencapai sekitar satu setengah meter. Banyak kasur santri dan peralatan pondok yang rusak dan tertutup lumpur. Dengan adanya bantuan mesin dan peralatan pembersih ini, kami sangat terbantu untuk membersihkan pondok, agar para santri bisa segera kembali belajar dan memperdalam ilmu Al-Qur’an,” jelas Ustadz Zainuddin.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Zainuddin, Lc, juga mengajak perwakilan PT Hengjaya Mineralindo untuk melihat langsung kondisi pondok yang hingga kini masih menyisakan genangan lumpur di sejumlah ruangan, sebagai gambaran nyata dampak banjir yang dialami para santri.
| Dinas Kelautan dan Perikanan Morowali Lindungi 6 Ribu Pekerja Informal dengan BPJS Ketenagakerjaan |
|
|---|
| Hanya 18 Ribu Pekerja Informal di Morowali Tercover BPJS Ketenagakerjaan |
|
|---|
| Dinas Pertanian Morowali Talangi Perlindungan Jaminan Sosial 12 Ribu Pekerja Informal |
|
|---|
| BPJS Ketenagakerjaan Optimistis Kepesertaan Pekerja Tekan Angka Kemiskinan di Morowali |
|
|---|
| Sanksi Administratif dan Pidana Menanti Perusahaan Abaikan BPJS Ketenagakerjaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Hengjaya-bantu-pidie-jaya.jpg)